<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-369269078143988013</id><updated>2011-07-07T23:23:13.098-07:00</updated><title type='text'>Ummu Hudzaifah Al-Ghariby</title><subtitle type='html'>Ya Rabb...
Jauhkan aku dari apa-apa yang menghalangiku untuk mendapatkan cinta-Mu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ummu Hudzaifah Al-Gharibiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11390851907414962806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_2B6U7flAxa0/Sqn9UjwFlOI/AAAAAAAAABU/aGumfWPFUjI/S220/185167_0_Love_Is_Heart.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-369269078143988013.post-780103671555226226</id><published>2009-10-09T05:01:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T05:02:04.123-07:00</updated><title type='text'>Salahkah Seorang Ikhwan Memilih Calon Istri yang Cantik?</title><content type='html'>Kecantikan tetap merupakan daya tarik yang memikat setiap lelaki di dunia ini. Wajarlah jika para produsen menggunakan jasa wanita cantik untuk melariskan barang dagangan mereka dan memang tak bisa dipungkiri! Begitupula masalah memilih pasangan hidup tentu setiap lelaki memiliki kriteria tertentu tentang calon istri yang akan di nikahinya. Kalau mau jujur dalam setiap kriteria itu diantara salah satunya adalah menginginkan calon istrinya berwajah cantik atau sedap dipandang mata, tidak membosankan. Salahkah bila seorang ikhwan menghendaki atau menginginkan seorang istri yang cantik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai ukhti saudariku,.. jangan bersungut dahulu menyalahkan si ikhwan yang berselera demikian. Karena pernikahan itu sendiri adalah ibadah, terkadang iman akan naik dan turun. Tentunya sangat membutuhkan sebab-sebab yang dapat merekatkan tali pernikahan dimasa mendatang. Bila kecantikan adalah merupakan daya tarik bagi si ikhwan itu yang nantinya akan mengekalkan hubungan percintaan (pernikahan)dan kasih sayangnya kepada wanita yang akan di nikahinya maka islam tidaklah melarangnya. Karena ia adalah fitrah atau naluri yang Allah subhanahu wata’ala ciptakan untuk manusia. Coba kita simak hadits berikut ini, dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu alaihi wassalam beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena kemuliaan keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah yang beragama, karena kalau tidak niscaya engkau akan merugi”1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian marilah kita simak penjelasan fiqh hadits diatas:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits diatas menjelaskan kepada kita tentang adat atau kebiasaan laki-laki menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara diatas.Yaitu diantara mereka mengutamakan (cenderung) kepada harta, kemulian keturunannya (nasabnya), kecantikannya, dan karena agama si wanita tersebut.Kemudian Nabi kita yang mulia memberikan petunjuk kepada kita agar memilih yang tertinggi dan termulia yang akan memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat yaitu pilihlah yang beragama.Yaitu pilihlah wanita karena keshalihahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hal ini tidak berarti bahwa laki-laki tidak boleh memilih wanita yang cantik dan seterusnya. Tidak demikian! Ini adalah sebuah kesalahan di dalam memahami hadits. Akan tetapi maksudnya -Insya Allah- seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ada seorang laki-laki memilih wanita yang cantik parasnya. Kemudian dia melihat apakah pilihannya seorang wanita shalihah? Kalau jawabannya adalah: ‘ya’ maka dia boleh melanjutkan pilihannya. Kiaskanlah dengan keistimewaan yang lainnya! Tetapi kalau jawabannya ‘tidak’, maka dia dihadapkan kepada dua pilihan yang salah satunya harus dia tentukan dan tetapkan. Kalaupun dia melanjutkan pilihannya berarti dia telah mendahulukan kecantikan dari keshalihan.Kalaupun dia membatalkan pilihannya berarti dia telah mendahulukan keshalihan (agama) dari kecantikan. Atau ketika akan memilih dia menentukan sesuai dengan apa yang dia mau atau sesuai dengan seleranya misalnya: “Saya akan memilih wanita yang cantik, yang tinggi, yang putih, yang begini dan begitu dan seterusnya.” Pilihan yang seperti ini dibolehkan dan agama tidak pernah melarangnya.Karena memang berjalan dengan fitrah manusia. Oleh karena itu Nabi kita shalallahu alaihi wassalam mengatakan: “Wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi tetap saja penentuan akhirnya ada pada agama si akhwat tersebut, sebagaimana sabda Nabi mengakhiri dan menutup sabdanya: Maka pilihlah yang beragama! Maksudnya janganlah kau kalahkan agamamu dengan segala kecantikan dan harta benda duniawi. Padahal sebaik-baik kesenangan, kemewahan, harta benda dunia adalah wanita shalihah. Kalau pilihanmu jatuh pada wanita shalihah berarti engkau telah memiliki harta benda dan kesenangan dunia yang terbaik. Istimewa kalau wanita shalihah pilihanmu itu seperti yang kau ingini. Hukum ini juga berlaku bagi setiap muslimah yang akan menjatuhkan pilihannya kepada laki-laki muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahu penjelasan hadits diatas tentu kita melihat betapa indahnya islam sejalan dengan fitrah manusia. Karena kecenderungan merupakan hak mutlak bagi setiap pasangan yang akan menikah untuk mengekalkan hubungan mereka maka islampun menganjurkan agar mereka melihat (nazhar) hal-hal yang dapat membuat mereka tertarik untuk segera menikah dan salah satunya adalah faktor kecantikan yang dimana terkadang sangat mempengaruhi hati atau hasrat seorang laki-laki untuk segera menikahi wanita yang telah dilihatnya. Wallahu ‘alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;- Al Masail Masalah-masalah Agama jilid 7, Abdul hakim Abdat, Darus Sunnah, Jakarta, 2006.&lt;br /&gt;- Fiqh Wanita, Syaikh Kamil Uwaidah, Pustaka Kautsar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini telah di muraja’ah oleh ustadz Eko Haryanto Lc (Abu Ziyad)&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. HR. Bukhari no.5090, Muslim no.1466 [↩]&lt;br /&gt;2. Lihat Al-Masail Masalah-masalah Agama jilid 7 hal :179-180 [↩]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/369269078143988013-780103671555226226?l=ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/feeds/780103671555226226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/10/salahkah-seorang-ikhwan-memilih-calon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/780103671555226226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/780103671555226226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/10/salahkah-seorang-ikhwan-memilih-calon.html' title='Salahkah Seorang Ikhwan Memilih Calon Istri yang Cantik?'/><author><name>Ummu Hudzaifah Al-Gharibiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11390851907414962806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_2B6U7flAxa0/Sqn9UjwFlOI/AAAAAAAAABU/aGumfWPFUjI/S220/185167_0_Love_Is_Heart.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-369269078143988013.post-5786933204329204546</id><published>2009-10-09T04:35:00.001-07:00</published><updated>2009-10-09T04:37:21.078-07:00</updated><title type='text'>"Indahnya Pernikahan"</title><content type='html'>Islam telah menganjurkan kepada manusia untuk menikah. Dan ada banyak hikmah di balik anjuran tersebut. Antara lain adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menikah Adalah Sunnah Para Nabi dan Rasul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab. ” (QS. Ar-Ra’d : 38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Ayyub ra bahwa Rasulullah bersabda,” Empat hal yang merupakan sunnah para rasul : [1] Hinna’, [2] berparfum, [3] siwak dan [4] menikah. ” (HR. At-Tirmizi 1080)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hinna’ artinya adalah memakai pacar kuku. Namun sebagian riwayat mengatakan bahwa yang dimaksud adalah bukan Hinna’ melainkan Haya’ yang maknanya adalah rasa malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menikah Adalah Bagian Dari ‘Tanda’ Kekuasan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. ” (QS. Ar-Ruum : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Menikah Adalah Salah Satu Jalan Untuk Menjadikan Seseorang Kaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An-Nur : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Menikah Adalah Ibadah Dan Setengah Dari Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas ra bahwa Rasulullah bersabda,”Orang yang diberi rizki oleh Allah seorang istri shalihah berarti telah dibantu oleh Allah pada separuh agamanya. Maka dia tinggal menyempurnakan separuh sisanya. (HR. Thabarani dan Al-Hakim 2/161).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tidak Ada Pembujangan Dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam berpendirian tidak ada pelepasan kendali gharizah seksual untuk dilepaskan tanpa batas dan tanpa ikatan. Untuk itulah maka diharamkannya zina dan seluruh yang membawa kepada perbuatan zina. Tetapi di balik itu Islam juga menentang setiap perasaan yang bertentangan dengan gharizah ini. Untuk itu maka dianjurkannya supaya kawin dan melarang hidup membujang dan kebiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim tidak halal menentang perkawinan dengan anggapan, bahwa hidup membujang itu demi berbakti kepada Allah, padahal dia mampu kawin; atau dengan alasan supaya dapat seratus persen mencurahkan hidupnya untuk beribadah dan memutuskan hubungan dengan duniawinya. Nabi memperhatikan, bahwa sebagian sahabatnya ada yang kena pengaruh kependetaan ini (tidak mau kawin). Untuk itu maka beliau menerangkan, bahwa sikap semacam itu adalah menentang ajaran Islam dan menyimpang dari sunnah Nabi. Justru itu pula, fikiran-fikiran Kristen semacam ini harus diusir jauh-jauh dari masyarakat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Qilabah mengatakan “Beberapa orang sahabat Nabi bermaksud akan menjauhkan diri dari duniawi dan meninggalkan perempuan (tidak kawin dan tidak menggaulinya) serta akan hidup membujang. Maka berkata Rasulullah, dengan nada marah lantas ia berkata: ‘Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu hancur lantaran keterlaluan, mereka memperketat terhadap diri-diri mereka, oleh karena itu Allah memperketat juga, mereka itu akan tinggal di gereja dan kuil-kuil. Sembahlah Allah dan jangan kamu menyekutukan Dia, berhajilah, berumrahlah dan berlaku luruslah kamu, maka Allah pun akan meluruskan kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian turunlah ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu mengharamkan yang baik-baik dari apa yang dihalalkan Allah untuk kamu dan jangan kamu melewati batas, karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melewati batas.” (Al-Maidah: 87)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid berkata: Ada beberapa orang laki-laki, di antaranya Usman bin Madh’un dan Abdullah bin Umar bermaksud untuk hidup membujang dan berkebiri serta memakai kain karung goni. Kemudian turunlah ayat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada satu golongan sahabat yang datang ke tempat Nabi untuk menanyakan kepada isteri-isterinya tentang ibadahnya. Setelah mereka diberitahu, seolah-olah mereka menganggap ibadah itu masih terlalu sedikit. Kemudian mereka berkata-kata satu sama lain: di mana kita dilihat dari pribadi Rasulullah . sedang dia diampuni dosa-dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang? Salah seorang di antara mereka berkata: Saya akan puasa sepanjang tahun dan tidak akan berbuka. Yang kedua mengatakan: Saya akan bangun malam dan tidak tidur. Yang ketiga berkata: Saya akan menjauhkan diri dari perempuan dan tidak akan kawin selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setelah berita itu sampai kepada Nabi . ia menjelaskan tentang kekeliruan dan tidak lurusnya jalan mereka, dan ia bersabda: ‘Saya adalah orang yang kenal Allah dan yang paling takut kepadaNya, namun tokh saya bangun malam, juga tidak, saya berpuasa, juga berbuka, dan saya juga kawin dengan perempuan. Oleh karena itu barangsiapa tidak suka kepada sunnahku, maka dia bukan dari golonganku.’” (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said bin Abu Waqqash berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah. menentang Usman bin Madh’un tentang rencananya untuk membujang. Seandainya beliau mengizinkan, niscaya kamu akan berkebiri.” (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah juga menyerukan kepada para pemuda keseluruhannya supaya kawin, dengan sabdanya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai para pemuda! Barangsiapa di antara kamu sudah mampu kawin, maka kawinlah; karena dia itu dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.” (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, sebagian ulama ada yang berpendapat: bahwa kawin itu wajib hukumnya bagi setiap muslim, tidak boleh ditinggalkan selama dia mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ada juga yang memberikan pembatasan –wajib hukumnya– bagi orang yang sudah ada keinginan untuk kawin dan takut dirinya berbuat yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim tidak boleh menghalang-halangi dirinya supaya tidak kawin karena kawatir tidak mendapat rezeki dan menanggung yang berat terhadap keluarganya. Tetapi dia harus berusaha dan bekerja serta mencari anugerah Allah yang telah dijanjikan untuk orang-orang yang sudah kawin itu demi menjaga kehormatan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji Allah itu dinyatakan dalam firmanNya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kawinkanlah anak-anak kamu (yang belum kawin) dan orang-orang yang sudah patut kawin dari hamba-hambamu yang laki-laki ataupun hamba-hambamu yang perempuan. Jika mereka itu orang-orang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari anugerahNya.” (an-Nur 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah .:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada tiga golongan yang sudah pasti akan ditolong Allah, yaitu: (1) Orang yang kawin dengan maksud untuk menjaga kehormatan diri; (2) seorang hamba mukatab7 yang berniat akan menunaikan; dan (3) seorang yang berperang di jalan Allah.” (Riwayat Ahmad, Nasa’i, Tarmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Menikah Itu Ciri Khas Makhluk Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu secara filosofis, menikah atau berpasangan itu adalah merupakan ciri dari makhluq hidup. Allah telah menegaskan bahwa makhluq-makhluq ciptaan-Nya ini diciptakan dalam bentuk berpasangan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.(QS. Az-Zariyat : 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.(QS. Yaasin : 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.(QS. Az-Zukhruf : 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan&lt;br /&gt;wanita.(QS. An-Najm : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: &lt;br /&gt;*begitu indah namun akan lebih indah jika Allah telah menentukan semuanya, semua akan indah pada waktunya*&lt;br /&gt;*tak akan ada yang bisa melawan takdir-Nya*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/369269078143988013-5786933204329204546?l=ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/feeds/5786933204329204546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/10/indahnya-pernikahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/5786933204329204546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/5786933204329204546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/10/indahnya-pernikahan.html' title='&quot;Indahnya Pernikahan&quot;'/><author><name>Ummu Hudzaifah Al-Gharibiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11390851907414962806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_2B6U7flAxa0/Sqn9UjwFlOI/AAAAAAAAABU/aGumfWPFUjI/S220/185167_0_Love_Is_Heart.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-369269078143988013.post-732351812187670248</id><published>2009-09-11T00:57:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T00:58:33.231-07:00</updated><title type='text'>Istri-Istri Dulu vs Istri-Istri Sekarang</title><content type='html'>Ada uang abang disayang, tak ada uang abang diterjang. Entah ini hanya sekedar pribahasa atau kata-kata mutiara, yang pasti maknanya cukup menggelikan. Mungkin pribahasa ini lahir dari realita yang ada sekarang dimana memang para istri sudah agak ketat dan bersyarat dalam memberikan kasih sayang kepada para suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat berbeda dengan prinsip yang dianut oleh kaum istri yang ada pada zaman salaf (istri-istri sahabat, tabi'in dan tabi' tabi'in) dahulu dimana mereka tidak hanya menyayangi suami ketika ada uang, tetapi juga menyayangi suami dengan kasih sayang yang mutlak, baik dalam keadaan sempit maupun dalam keadaan lapang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah Sayyidah Fatimah Az Zahra radhiallahu anha, penghulu kaum wanita di surga ini sangat menyayangi suaminya Sayyidina Ali karramallahu wajhah yang susah penghidupannya. Ketika sebelum menikahpun, beliau sudah sangat menyadari betapa akan susahnya nanti jika harus berumah tangga dengan Sayyidina Ali. Tetapi beliau percaya akan pemuda tawaran bapaknya ini suatu saat nanti akan menjadi surga beliau di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Sayyidina Ali yang susah bukan karena beliau seorang pengangguran, tetapi karena waktunya banyak habis di medan jihad sehingga menuntut beliau untuk kerja musiman saja memperdagangkan barang-barang dagangan orang-orang Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering sekali dapur Sayyidina Ali tidak mengepul untuk beberapa hari. Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah dan anak-anaknya Hasan, Husain dan Zainab sering makan sehari-hari dengan buah tamar (kurma) yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidah Fatimahpun menumbuk makanannya sendiri tanpa ada pembantu sehingga tangannya yang mulia dan halus sering lecet dan menjadi kasar. Pernah Sayyidina Ali menyuruh Fatimah untuk meminta ayahnya memberikan seorang jariyah (budak wanita) untuk membantu pekerjaan rumahnya. Benar saja, ketika Nabi Saw datang ke rumah Sayyidah Fatimah (kala itu Sayyidah Fatimah kebetulan sedang menggiling gandum), beliau meminta ayahnya untuk memberikannya seorang jariyah, tapi Nabi Saw bukannya malah memberikan seorang jariyah, malah menyuruh batu gilingan yang ada di genggaman tangan Fatimah untuk bergoyang sendiri dan menumbuk gandum dengan sendirinya. Nabi Saw Bersabda, "Kalau engkau mau Fatimah batu itu dapat menjadi khadimmu (pembantu)." Dan ternyata benar saja, batu gilingan itu bergerak dan menggiling dengan sendirinya (Hingga kisah ini banyak sekali diabadikan oleh para ulama dalam berbagai kitab yang berkenaan dengan mu'jizat Rasul Saw seperti Khushushiyat Rasul karya Syaikh Nuruddin Al-Banjari dan Mawahib Al-Ladunniyah karya Imam Al-Kasthallani). Kejadian ini justru membuat Sayyidah Fatimah malu, dan entah apa yang dipikirkan oleh wanita terbaik ini hingga akhirnya Sayyidah Fatimah lebih memilih untuk bersabar dengan kehidupan susahnya dan menolak tawaran Rasul Saw. Tak lama setelah itu, Rasulullah Saw datang kembali ke rumah Fatimah dan mengajarkan kalimat subhanallah, alhamdulillah dan Allahu akbar masing-masing sebanyak 33 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali sering sekali pulang dari pasar membawa hasil dagangannya.dengan hasil yang minim atau bahkan sering juga tidak sama sekali. Itupun kalau sudah dapat, Sayyidina Ali sering sekali menyedekahkannya kepada fakir miskin yang beliau temui di jalan pulangnya. Mungkin kita sering mendengar berbagai kisah Sayyidina Ali yang gemar menyedekahkan hartanya walaupun dalam keadaan susah. Di antara yang pernah saya dengar adalah pernah sudah tiga hari keluarga Sayyidina Ali tidak makan. Di rumah tidak ada apa-apa lagi yang bisa dijual selain sebuah jubah usang yang jika dijual hanya akan cukup untuk membeli beberapa potong roti saja. Tidak ada cara lain, mengingat Hasan, Husain dan Zainab sudah sangat kelaparan. Jubah usang yang sulit laku itu sepertinya memang harus dijual. Sayyidah Fatimah meminta suaminya untuk menjualnya dan uangnya dibelikan beberapa potong roti. Alhamdulillah ternyata terjual dan Sayyidina Alipun menukarkannya dengan tiga buah potong roti. Perut Sayyidina Ali yang sudah sakit keroncongan tidak ingin mencabik roti itu sedikitpun sebelum sampai di rumah dan menikmati kelezatan roti itu bersama istri dan anak-anaknya. Tapi apalah daya, di dalam perjalan menuju pulang, tiga kali Sayyidina Ali berpapasan dengan tiga orang pengemis yang kelaparan. Ketiga potong roti itupun habis dibagi-bagikan kepada para pengemis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda jangan berpikir, sesampai di rumah nasib Sayyidina Ali akan tragis sebab pasti akan didamprat oleh istri yang sudah kelaparan. Ternyata tidak, setelah mengetahui Sayyidina Ali tidak membawa sedikit makananpun, Sayyidah Fatimah menyambut suaminya itu dengan penuh senyum dan rahmat. Selanjutnya saya tidak tahu, entah apa yang akan mereka makan pada hari itu. Husnuzhon saya mungkin di dalam rumahnya Allah menurunkan hidangan surga untuk keluarga itu, pastinya kita tidak ada yang tahu. Yang jelas ternyata mereka masih terus bertahan hidup untuk waktu yang lama setelah hari itu walaupun kejadian itu tidak terjadi hanya sekali atau dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanyalah salah satu contoh perilaku dari sekian&lt;br /&gt;banyak istri-istri di masa salaf. Kita dapat menyimpulkan bahwa akhlak mereka rata-rata adalah sabar dan tabah terhadap kesusahan hidup, ikhlas dan ridha atas musibah yang menimpa keluarga, pekerja keras, takut kepada Allah, jujur dan sangat menjaga kehormatan dan hak-hak suami baik ketika adanya maupun ketika tiadanya. Tidak pernah kita mendengar istri-istri para sahabat dan tabi'in selingkuh apalagi membunuh suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bandingkan dengan istri-istri sekarang. Jika abang pulang tidak bawa uang, pasti loyang akan melayang dan piring-piring berterbangan. Suami jangan berharap pulang akan disambut dengan wajah bidadari yang penuh senyuman. Justru yang menyambut adalah wajah "Mak Lampir" yang penuh auman. Setelah itu berlanjut menuju meja makan, suami jangan berharap telah tersuguhkan berbagai macam hidangan, justru yang tersisa hanya kerak dan tulang. Istri-istri sekarang sudah terlalu kurang ajar, maunya hanya ketika senang, ketika susah suami ditendang. Untung hak cerai ada di tangan suami. Kalau di tangan istri, pasti di sana-sini sudah banyak janda-janda tua yang berserakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak saya mendengar kabar, istri-istri yang membunuh dan membakar suami hanya karena suami tidak mau memberi uang. Bahkan sudah ada istri yang berani melakukan mutilasi (memotong-motong tubuh menjadi beberapa bagian) terhadap suaminya. Begitu pula istri yang menusuk suami dari belakang kayaknya sudah tidak terbilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sudah istri-istri yang membunuh anaknya hanya karena takut suami tidak mampu membiayai. Istri yang menanam anaknya dalam septic-tank, ibu yang membakar anaknya, ibu yang mencekik anaknya dan sebagainya…pokoknya sudah terlalu sering saya dengar baik di televisi maupun di surat kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga pernah menemukan beberapa istri yang sering memaki suami seperti mengatakan; suami tidak bisa diharap, suami tak tau diuntung, suami hanya bisa buat anak tapi ngga bisa ngurus anak dan sebagainya. Kalimat-kalimat ini sering saya jumpai. Alangkah malangnya nasib kaum suami di zaman bluetooth ini . Sungguh sangat berdosa besar istri yang menghardik suaminya. Dan Nabi Muhammad Saw ketika pulang dari Isra' Mi'raj bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti itu sama sekali. Aku melihat kebanyakan penduduknya adalah wanita." Shahabat bertanya, ”Mengapa demikian wahai Rasulullah?“ Beliau saw menjawab, “Karena kekufuran mereka.” Kemuian ditanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur kepada suami-suami mereka, kufur tehadap kebaikan-kebaikan suami-suami mereka. Kalau engkau (wahai para suami) berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka (istri kalian) selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata, "Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas ra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah akibat angin yang dihembuskan oleh aktivis gender dan Barat yang sering menyuruh kaum istri menuntut persamaan dan melakukan dominasi atas kaum suami. Padahal Allah sudah bilang:&lt;br /&gt;و ليس الذكر كالأنثي (ال عمران: 36)&lt;br /&gt;"…dan laki-laki itu tidak sama dengan perempuan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum aktivis gender menyuruh kaum wanita abad modern ini untuk melomba suaminya dalam segala hal. Akhirnya mereka sekarang melomba suaminya untuk menjadi pemimpin dalam rumah tangga sehingga memiliki pendapatan yang lebih atau sama besar dengan suaminya dan ikut membiayai nafkah keluarga. Ini membuat kaum istri tidak lagi tahu harus memposisikan diri sebagai apa, apakah sebagai pelayan (khadim) ataukah sebagai raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku menyimpang ini sangat jauh berbeda dengan dua ratus tahun yang lalu dimana dahulu istri-istri kaum muslimin sangat patuh dan tunduk kepada suami serta khusyu' mengurus anak-anak dan kebutuhan suami. Istri-istri sekarang hanya baru merasa punya penghasilan sedikit sudah menyuruh suami untuk menjadi pelayan. Na'udzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu memang para istri kaum muslimin hidupnya lebih banyak di dalam rumah dan kerjanya hanya sekitar dapur, sumur dan kasur. Tetapi melahirkan generasi yang sholeh, patuh, kuat dan pejuang. Sekarang para istri sudah tidak mau lagi menimba air dan meniup kayu. Lihatlah anak-anaknya, hanya sebuah generasi obesitas yang lemah, malas, tak berkepribadian dan tidak tegas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kaum istri sangat takut mengganggu suaminya yang sedang beribadah. Bahkan merelakan jatah-jatah malamnya tidak disentuh oleh suami karena melihat suami sedang khusyu' sujud kepada Allah di tengah malam. Adapun sekarang wahai kaum suami, jangan macam-macam dengan istri anda, jika terlalu khusyu' dan lama beribadah, bisa-bisa dari belakang akan dilempar sandal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita sedikit mundur ke zaman salaf dimana istri-istri kaum muslimin sering ditinggal oleh suaminya empat bulan, lima bulan bahkan hingga lebih 6 bulan karena berbagai kewajiban dakwah dan jihad. Mereka tidak pernah menuntut sama sekali bahwa suami harus senantiasa tinggal mengeloni istri di dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat betapa indah akhlaq kaum istri di masa salaf (sahabat, tabi'in dan tabi' tabi'in). Walaupun ditinggal berbulan-bulan, tidak ada yang berani selingkuh dengan laki-laki lain. Adapun di abad 20 Masehi ini, istri-istri banyak yang selingkuh. Bukan hanya ketika suami tidak ada, tetapi juga ketika suami ada., baik di kantor, tempat-tempat shooting, pabrik ataupun tempat-tempat kerja lembur lainnya. Inilah akibat jika istri terlalu sering keluar rumah. Bekerja sebagai buruh-buruh pabrik, pelayan-pelayan toko dan restoran, hemat saya bukan pekerjaan yang sesuai dengan fitrah wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu para istri salaf selalu mengantarkan suaminya hingga ke depan rumah ketika hendak mencari nafkah dan berkata, "Wahai suamiku bertakwalah kamu kepada Allah, janganlah engkau memakan yang haram! Sesungguhnya kami mampu bersabar atas kelaparan dunia tapi kami tak mampu bersabar atas panasnya api neraka." (Baca Qishash At-Tabi'iyat karya Doktor Mustafa Murad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sekarang justru kaum istri yang menyuruh suaminya melakukan perbuatan haram, melakukan korupsi, memakan harta riba dan memakan harta orang lain dengan cara yang batil karena melihat tetangga mempunyai harta yang lebih dan mewah sehingga menginginkan hal yang sama pula dan jika gelang emas belum mencapai satu kilo di pergelangan tangan maka hati tidak tenang ( persis seperti toko emas berjalan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum istri di masa salaf juga melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah yang dilakukan istri-istri sekarang. Mereka membersihkan rumah, memasak, mencuci, menjaga anak-anak dan bahkan konon lebih banyak lagi sebab mereka harus memberi makan hewan ternak, menyirami dan menanam tanaman. Tidak hanya itu, mereka juga menghapalkan Alquran kepada anak-anak dan pergi ke majelis ilmu (untuk mencari ilmu mengurus suami) tetapi tidak pernah kita mendengar sahabiyat dan tabi'iyat itu mengeluh, menangis dan meminta cerai kepada suami di tengah-tengah kelelahan yang jauh lebih berat daripada kelelahan ringan yang dirasakan istri-istri sekarang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri-istri abad millennium ini yang katanya abad kemajuan bagi kaum wanita, justru wanita dalam kondisi yang sangat tertinggal baik secara spiritual maupun secara emosional dibandingkan dengan istri-istri zaman penjajahan Belanda dahulu. Sekarang kita lihat istri-istri berbondong-bondong meminta cerai dari suaminya. Ada masalah atau kesusahan sedikit mereka mengeluh, merajuk dan akhirnya meminta cerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal istri-istri sekarang tahunya hanya nonton sinetron, nonton gosip "ngrumpi" di Mall, nonton film serta pergi ke salon. Tidak ada lagi pekerjaan yang berat sebagaimana yang dirasakan oleh kaum istri zaman dahulu. Sekarang semuanya serba mudah dan instant. Mencuci pakaian sudah ada mesin cuci, menimba air sudah ada Sanyo, menghidupkan kompor tinggal putar, menyapu rumah tinggal colok, menghaluskan bumbu tinggal blender dan memijat suami tinggal hidupkan mesin. Hidup mereka sekarang sudah serba enak. Kewajiban mereka terkurangi namun menuntut hak kepada suami kok semakin besar ya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logis memang sabda Rasulullah Saw, memang sudah sepatutnya perempuan itu menyembah suami karena ternyata dalam banyak hal, suami telah memberikan toleransi, kemudahan dan kasih sayang yang lebih banyak daripada istri yang lebih egois dan suka memberatkan dan menyalahkan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika aku boleh memerintahkan seseorang untuk menyembah yang lain, niscaya aku akan memerintahkan istri untuk menyembah suaminya.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah kita lihat di kehidupan sekarang ini. Sudah sangat jarang kehidupan istri-istri kaum muslimin mencontoh kehidupan istri-istri salaf di atas. Kebanyakan istri-istri kita lebih memilih untuk dibilang hidup modern daripada hidup dengan kehidupan salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri-istri kaum muslimin sekarang banyak yang tidak memakai hijab, menampakkan auratnya kepada orang lain, mengumpat keburukan-keburukan sesama dalam majelis-majelis arisan atau ketika mangkal di rumah jiran serta merendahkan istri-istri orang-orang shaleh yang senantiasa memakai hijab dan melindungi diri dari lingkungan masyarakat yang rusak spiritualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya melihat kehidupan salaf itu rasa-rasanya begitu dekat dengan kehidupan sebahagian kecil istri-istri sekarang yang lebih memilih untuk "berdiam diri" di rumah, kalau keluarpun seluruh auratnya tertutup rapih. Jika suaminya keluar, mereka tidak berani keluar rumah. Mereka tidak banyak tuntutan sehingga saya sering melihat suami-suami mereka tenang…menjalankan ibadah dan dakwah walaupun harus keluar jauh hingga berbulan-bulan. Subhanallah…sungguh seperti inilah dulu kehidupan salaf itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragis…! Sekarang, golongan minoritas itu disebut "teroris".&lt;br /&gt;Sungguh salah alamat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/369269078143988013-732351812187670248?l=ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/feeds/732351812187670248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/09/istri-istri-dulu-vs-istri-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/732351812187670248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/732351812187670248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/09/istri-istri-dulu-vs-istri-istri.html' title='Istri-Istri Dulu vs Istri-Istri Sekarang'/><author><name>Ummu Hudzaifah Al-Gharibiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11390851907414962806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_2B6U7flAxa0/Sqn9UjwFlOI/AAAAAAAAABU/aGumfWPFUjI/S220/185167_0_Love_Is_Heart.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-369269078143988013.post-2495118817315349924</id><published>2009-09-10T23:47:00.001-07:00</published><updated>2009-09-10T23:47:52.081-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-4d.slide.com/widgets/slidemap.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3026418949622475085&amp;amp;site=widget-4d.slide.com" style="width:400px;height:400px" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:400px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3026418949622475085&amp;amp;map=5" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-4d.slide.com/c1/3026418949622475085/bb_t001_v000_s0un_f00/images/xslide11.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3026418949622475085&amp;amp;map=6" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-4d.slide.com/c2/3026418949622475085/bb_t001_v000_s0un_f00/images/xslide6.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;at=un&amp;id=3026418949622475085&amp;map=H" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-4d.slide.com/c4/3026418949622475085/bb_t001_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/369269078143988013-2495118817315349924?l=ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/feeds/2495118817315349924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/09/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/2495118817315349924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/2495118817315349924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/09/blog-post.html' title=''/><author><name>Ummu Hudzaifah Al-Gharibiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11390851907414962806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_2B6U7flAxa0/Sqn9UjwFlOI/AAAAAAAAABU/aGumfWPFUjI/S220/185167_0_Love_Is_Heart.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-369269078143988013.post-43335316581708867</id><published>2009-08-21T23:28:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T23:31:30.528-07:00</updated><title type='text'>Hijab dan Kehormatan Wanita</title><content type='html'>Hijab.&lt;br /&gt;Seperti kata pepatah: tak kenal maka tak sayang… banyak kalangan menolak masalah hijab yang diwajibkan atas setiap muslimah. Mereka mengira bahwa ajaran yang mewajibkan kaum wanita untuk menutup diri, tidak bergaul bebas dengan laki-laki, dan lebih banyak tinggal di rumah, adalah ajaran kuno… keras… tidak sesuai dengan perkembangan zaman… melanggar HAM… dan sederetan cap buruk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mereka, salah satu faktor penyebab kemunduran umat Islam ialah karena diterapkannya hijab atas wanita. Entah dengan logika apa opini ini bisa laris di masyarakat kita… Tapi yang jelas, semuanya tak lepas dari makar musuh-musuh Allah untuk mengeksploitasi wanita dengan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetrasi budaya barat terhadap masyarakat Indonesia telah sedemikian dalam. Mulai dari pergaulan bebas, cara berpakaian, kata-kata, pendidikan, sampai masalah ketuhanan sekali pun harus merujuk ke barat. Hal-hal yang telah baku dalam agama –seperti wajibnya hijab atas wanita– harus ditinjau ulang dengan kacamata liberalisme dan HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seribu satu alasan mereka berusaha menggagalkan setiap ajakan untuk menjaga kesucian wanita. Maklumlah, mereka adalah anjing-anjing peliharaan Eropa dan Amerika yang terkenal sebagai pemuja syahwat… yang tak sanggup melewatkan tiga menit tanpa berfikir tentang seks[1]. Mereka menganggap seruan berhijab bagi wanita sebagai ancaman besar yang mengganggu kepentingan mereka. Mereka ingin agar wanita selalu tersedia di mana saja dan kapan saja mereka inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anehnya, semakin hari semakin banyak wanita yang tertipu dengan propaganda mereka. Makin banyak wanita yang mau dieksploitasi dan dilecehkan kehormatannya. Ingatlah, sejarah selalu mengulangi dirinya… mereka yang tak mengambil pelajaran dari masa lalu yang memilukan, pasti akan terjerumus dalam tragedi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang lupa atau tidak tahu bagaimana kondisi wanita sebelum Islam, pasti akan terjerumus dalam keadaan yang sama nantinya. Karenanya, marilah sejenak kita telusuri kehidupan wanita di zaman Jahiliyah dan kehidupan mereka setelah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita di zaman Jahiliyah[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Jahiliyah konon menganggap wanita sebagai sumber kecelakaan dan malapetaka. Kelahiran seorang bayi perempuan mereka anggap sebagai kesialan. Tak berhenti sampai di situ, mereka kadang menangani si mungil yang tak berdosa itu dengan penuh kebengisan… benar, sebagian dari mereka bahkan tega menguburnya hidup-hidup![3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tak memiliki hak sedikitpun terhadap harta warisan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tak sudi untuk makan dan minum bersamanya selama ia haidh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka, cerai tidak ada batasannya. Seorang suami boleh mencerai isterinya semaunya, namun saat masa iddahnya hampir selesai ia merujuknya, dan demikian seterusnya agar wanita malang ini tetap tersiksa dan terlunta-lunta. Riwayat-riwayat berikut menjelaskan kepada kita bagaimana sebenarnya kondisi wanita Arab di zaman Jahiliyah. Umar bin Khatthab t mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاللَّهِ إِنْ كُنَّا فِي الْجَاهِلِيَّةِ مَا نَعُدُّ لِلنِّسَاءِ أَمْرًا حَتَّى أَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى فِيهِنَّ مَا أَنْزَلَ وَقَسَمَ لَهُنَّ مَا قَسَمَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, semasa Jahiliyyah kami tak pernah menganggap wanita punya kedudukan apapun, hingga Allah menurunkan ayat-ayat tentang mereka dan menetapkan bagi mereka harta warisan.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjelaskan sebab turunnya surat An Nisa ayat 19[5], Ibnu Abbas t mengatakan: “Dahulu, bila seorang laki-laki ditinggal mati oleh saudara atau ayahnya, maka ialah yang paling berhak terhadap istri si mayit. Ia boleh memiliki wanita tersebut, atau mengurungnya dalam rumah hingga menebus dirinya seharga mahar yang dahulu diterimanya, atau dibiarkan sampai mati kemudian hartanya diambil”. Sedangkan Mujahid -murid Ibnu Abbas- mengatakan: “Jika seorang bapak mati meninggalkan isterinya, maka yang paling berhak terhadap isteri ayahnya ialah anaknya. Ia boleh menikahinya jika wanita itu bukan ibu kandungnya, atau menikahkannya dengan saudara atau keponakan yang dia sukai.” [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan ‘gila’ lainnya yang dilakukan oleh orang Jahiliyah ialah ketika thawaf. Al Imam Jalaluddin As Suyuti menyebutkan dalam tafsirnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Muslim, An Nasa’i, Ath Thabary, Ibnul Mundzir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardawaih dan Al Baihaqy dalam Sunan-nya dari Ibnu Abbas t, katanya: “Dahulu kaum wanita thawaf di baitullah dalam keadaan telanjang, mereka hanya menutup kemaluannya dengan secarik kain. Dalam thawafnya mereka mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari ini nampaklah seluruhnya atau sebagian, dan yang nampak hari ini takkan kurelakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said bin Jubair mengatakan: “Orang-orang Jahiliyah biasa thawaf dalam keadaan telanjang. Mereka mengatakan: “Kami tidak akan thawaf dengan pakaian yang berlumuran dosa”. Maka datanglah seorang wanita yang mencampakkan pakaiannya kemudian thawaf, dan selama thawaf ia menutup kemaluannya dengan kedua tangannya sambil mengucapkan bait-bait diatas. Maka turunlah firman Allah berikut…” [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran singkat akan kondisi wanita Arab zaman Jahiliyah. Tak jauh beda dengan perlakuan bangsa-bangsa lain terhadap mereka di kala itu.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut masyarakat Cina kuno, wanita dianggap makhluk najis hasil perbuatan setan. Ia tak ubahnya seperti barang loakan yang dijual di pasar. Hak-haknya dirampas, tak ada warisan baginya dan tak boleh menggunakan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam undang-undang Hammurabi [9], wanita tak ubahnya seperti hewan ternak milik seseorang. Karenanya, barangsiapa membunuh puteri orang, ia harus menyerahkan puterinya untuk dibunuh atau dimiliki orang tersebut.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun di India, sebagaimana yang dituturkan Gustav Labon: “Wanita menganggap suaminya sebagai titisan Tuhan di bumi. Mereka yang belum bersuami atau janda dianggap sebagai makhluk buangan oleh masyarakat Hindu, yang artinya sejajar dengan binatang. Di antara janda malang tersebut ialah gadis yang ditinggal mati suaminya di usia muda. Kematian seorang Hindu merupakan petaka besar bagi istrinya, karena ia takkan mampu melanjutkan hidupnya setelah itu. Seorang wanita Hindu yang menjanda akan berkabung selamanya. Ia tak lagi dianggap sebagai manusia. Pandangannya dianggap membawa kesialan, dan semua yang disentuhnya dianggap najis. Yang terbaik baginya ialah mencampakkan dirinya dalam api, sebagaimana jasad suaminya dibakar. Sebab jika tidak, ia harus menanggung kehinaan dan penderitaan yang melebihi siksa api.” [11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan umat Nasrani yang terdahulu. Para pendeta tercengang menyaksikan kebejatan orang-orang Romawi…. Perzinaan merajalela, kemungkaran ada di mana-mana, dan moral masyarakat menurun drastis. Mereka menganggap bahwa wanita lah yang bertanggung jawab atas ini semua karena terlalu membaur dengan masyarakat, bebas bermain sesukanya, dan bebas bergaul dengan lelaki manapun yang dia suka. Akhirnya mereka menetapkan bahwa pernikahan adalah kenistaan yang harus dijauhi, dan lelaki bujangan adalah lebih mulia di sisi Allah dari pada yang beristeri. Mereka mengumumkan bahwa wanita merupakan pintu setan, dan berhubungan dengannya adalah perbuatan kotor. Karenanya, kemuliaan hanya dapat diraih dengan tidak menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-5 Masehi, sejumlah rohaniawan Kristen berkumpul untuk membahas dan mendiskusikan dalam ‘Perkumpulan Macon’; apakah wanita adalah jasad semata ataukah jasad dengan ruh yang bisa selamat dan celaka. Ternyata mayoritas mereka berpendapat bahwa wanita tidak memiliki ruh yang selamat, dan pendapat ini berlaku untuk seluruh kaum hawa kecuali Bunda Maria –yakni Maryam, ibunda Nabi Isa u–.[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada tahun 586 M, –masa remaja Rasulullah e– orang-orang Perancis mengadakan suatu muktamar untuk membahas apakah wanita termasuk manusia atau bukan? Apakah ia memiliki ruh atau tidak? Kalaupun memiliki ruh, maka itu ruh hewani atau ruh manusiawi? Kalaupun ruh manusiawi, maka apakah sederajat dengan laki-laki atau dibawahnya? Akhirnya mereka memutuskan bahwa wanita adalah manusia akan tetapi ia diciptakan untuk menjadi pelayan laki-laki saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, agama Nasrani yang tersimpangkan yang dianut oleh masyarakat barat hari ini, hanya menganggap wanita sebagai sumber maksiat dan biang kejahatan semata. Wanita menurut mereka adalah salah satu pintu Jahannam, sebab ialah yang menjerumuskan laki-laki dalam berbagai dosa, dan darinya lah berbagai musibah menerpa seluruh manusia. Karenanya, ketika Raja Henry VIII berkuasa, parlemen Inggris mengeluarkan keputusan yang melarang wanita untuk membaca kitab ‘Perjanjian Baru’ –alias Bible,– karena ia dianggap najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak itu, kaum wanita senantiasa terikat oleh Undang-undang Umum Inggris (English Common Law) hingga sekitar pertengahan abad lalu (± 1850 M), dan hanya segelintir dari mereka yang mendapat pengecualian [13]. Karenanya. wanita tak memiliki hak apa pun yang bersifat pribadi. Ia tak berhak terhadap harta yang diperolehnya dan tak berhak memiliki apa pun termasuk pakaian yang melekat di tubuhnya. Bahkan Undang-undang Inggris hingga tahun 1805 masih membolehkan suami untuk menjual istrinya. Undang-undang tersebut juga menetapkan bahwa harga jual seorang istri ialah 6 Pence (½ Shilling). Bahkan pernah terjadi seorang lelaki Inggris menjual isterinya seharga 500 Pound pada tahun 1931. Dalam pembelaan di Pengadilan, pengacaranya berdalih bahwa Undang-undang Inggris tahun 1801 telah menentukan bahwa harga seorang isteri adalah 6 Pence, dengan syarat isterinya setuju dijual. Maka Mahkamah pun menjawab bahwa Undang-undang tersebut telah diganti tahun 1805 dengan peraturan yang melarang seorang suami untuk menjual atau memberikan isterinya. Setelah perdebatan yang cukup lama, akhirnya mahkamah memvonis si suami dengan penjara 10 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan pula dalam majalah ‘Hadharatul Islam’ tahun kedua hal 1078: “Tahun lalu ada seorang pria berkebangsaan Italia yang menjual isterinya kepada orang lain secara kredit. Namun ketika pembelinya menolak untuk membayar cicilan terakhir, lelaki itu pun membunuhnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Ustadz Muhammad Rasyid Ridha -rahimahullah- mengatakan: “Diantara peristiwa aneh yang diberitakan oleh sebagian surat kabar Inggris beberapa hari terakhir[14] ialah; bahwa di pedesaan Inggris masih ada para suami yang menjual isteri mereka dengan harga yang sangat murah, yaitu sekitar 30 Shilling! Beberapa surat kabar tersebut bahkan menyebutkan sebagian nama mereka.” [15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kondisi wanita eropa yang menjadi panutan banyak orang. Kalau sekarang mereka gembar-gembor tentang HAM dan kebebasan wanita, berarti mereka lah ‘pahlawan kesiangan’ bin ‘maling teriak maling’. Memangnya siapa yang dahulu menjajah Indonesia selama 350 tahun dan memperbudak bangsa kita demi kemakmuran pribadi? Siapa yang melarang wanita mengenakan jilbab di luar rumah? Siapa yang membombardir Afghanistan, Iraq dan Sudan serta membantai ratusan ribu warga sipil? Siapa pula yang paling doyan ikut campur urusan dalam negeri negara lain? Bukankah negara-negara Eropa dibawah komando Amerika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka gencar mengecam para da’i yang memperjuangkan hijab sebagai perisai akan kesucian wanita. Padahal, masyarakat mereka yang rusak berantakan dan berada pada ujung kehancuran, jauh lebih pantas untuk dikecam agar berbenah secara total dari dalam. Namun begitulah kedengkian mereka yang membara dalam dada terhadap kaum muslimin yang agamis dan memelihara kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penentangan terhadap masuknya muslimah berjilbab ke perguruan tinggi dan tempat-tempat kerja demikian gencar, kita sama sekali tidak mendengar adanya penentangan terhadap penyimpangan seksual atau prostitusi, sebagaimana yang kita saksikan di negara-negara seperti Amerika, Perancis, Inggris, Jerman dan Eropa secara umum. Padahal data statistik mereka menunjukkan betapa tingginya tingkat penderitaan dan penyia-nyiaan yang sehari-hari dihadapi oleh wanita barat. Bagaimana mereka bisa bergerak dengan aman dan bebas, sedangkan diri mereka terancam oleh tindak perkosaan tiap enam menit saat berada di luar rumah!!?? [16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pembunuhan, sama sekali tidak lebih ringan dari ini. Setiap wanita harus siap untuk dihabisi oleh suaminya, pacarnya, atau bahkan saudara kandungnya karena masalah sepele. Seperti jika ada diantara mereka yang ingin putus hubungan dengan pacarnya, maka tak ada jalan lain bagi si pacar selain membunuhnya, sebagai pelampiasan emosi atas perbuatan mantan pacarnya tadi. Lantas dimanakah kebebasan dan rasa aman yang mereka dengung-dengungkan selama ini? Bukankah lebih penting bagi mereka untuk membenahi ‘rumah mereka’ dan membersihkannya dari setiap kenistaan dan kekejaman, sebelum menjadi relawan untuk membersihkan rumah orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah sejenak kita biarkan angka-angka berbicara mengenai mereka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindak perkosaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika, resiko seorang wanita untuk diperkosa cukup tinggi (lihat indeks). Jumlah mereka yang melaporkan diri sebagai korban perkosaan ke polisi pada tahun 1996 tercatat 96.250 orang. Sedangkan yang tidak melaporkannya diperkirakan mencapai 310.000 orang. Adapun di Kanada, tercatat ada sebanyak 20.530 kasus perkosaan dalam tahun itu, dan di sana ada 150 pusat rehabilitasi korban perkosaan bagi mereka yang diperkosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skup yang lebih luas, di Australia terdapat 75 pusat rehabilitasi korban perkosaan, dan di Jerman tercatat sebanyak 5527 kasus perkosaan. Sedangkan di komunitas Yahudi Israel terdapat 7 pusat rehabilitasi korban perkosaan. Demikianlah angka-angka berbicara tentang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan wanita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika, tiap harinya sepuluh wanita terbunuh di tangan suami atau pacar mereka sendiri. 75% dari kasus pembunuhan ini terjadi setelah si wanita putus hubungan dengan pacarnya, atau minta cerai dari suaminya. Adapun di Rusia, tercatat bahwa separuh dari kasus pembunuhan wanita dilakukan oleh suami atau pacar mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Aborsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perseteruan antara pendukung dan penentang aborsi hingga kini terus berlangsung di Amerika. Hal ini besar sekali pengaruhnya terhadap masyarakat, sampai-sampai mereka yang mencalonkan diri sebagai gubernur pun tak ketinggalan untuk menyinggung masalah aborsi dalam kampanye mereka. Krisis ini umumnya menyangkut anak-anak hasil perzinaan yang kadang meruncing di antara mereka hingga menyebabkan kontak senjata. Aborsi merupakan ancaman serius bagi eksistensi wanita, setiap tahunnya tercatat 200 ribu wanita meninggal dunia akibat percobaan aborsi yang ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perceraian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang perceraian, nampaknya telah menjadi rahasia umum. Mereka nyaris tak pernah mengumumkan pernikahan kecuali sesaat kemudian mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Prosentase perceraian di Amerika pada tahun 1990 saja mencapai 55%, di Perancis 32%, di Inggris 42%, dan di Swedia 44%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah realita wanita barat moderen tanpa dibesar-besarkan, dan inilah hakikat yang sebenarnya. Kebebasan yang mereka kampanyekan selama ini hanyalah bualan besar dan omong kosong belaka. Negeri mereka ternyata lebih menyeramkan untuk dihuni dari pada hutan belantara, lantas dimanakah kebebasan itu… dimana kedamaian… dimana pula ketentraman jika kehormatan, harta dan jiwa wanita terancam setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya: siapa yang lebih layak untuk dibebaskan: wanita kita atau wanita mereka? [17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Sebagaimana yang dinyatakan PM Inggris Tony Blair dalam sebuah surat kabar (bahasa Arab): “Serdadu Inggris tidak bisa melewatkan tiga menit berlalu tanpa berpikir mengenai seks”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Yaitu masa senggang antara seorang Rasul dengan Rasul berikutnya sebelum datangnya Islam. Atau keadaan masyarakat Arab sebelum Islam (lihat Al Mu’jamul wasith hal 144).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Sebagaimana firman Allah U: “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang sampai kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu” (An Nahl: 58-59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] H.R. Bukhari (no 4629) dan Muslim (no 1479).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Yang maknanya: Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Lihat Tafsir Ath Thabary cet. Muassasah Ar Risalah, 8/106.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Lihat Ad Durrul Mantsur cet. Darul Fikr, 3/439. Ayat yang dimaksud ialah (Q.S. Al A’raf: 31-32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Paragraf ini dan yang berikutnya dinukil dari berbagai sumber, diantaranya: Al Mar-atu bainal Fiqhi wal Qonun tulisan Dr. Musthafa As Siba’i (hal 13-22); Maadza ‘anil Mar-ah? tulisan Dr. Nuruddien ‘Itr (hal 13-16); Al Mar-atul Muslimah tulisan Wahby Ghawaji (hal 25-27); Al Mar-atu wa Makaanatuha tulisan Al Hushain (hal 11-17); Al Mar-atul ‘Arabiyyah tulisan Syaikh Abdullah Afify; dan Al Hijab tulisan Al Maududi (hal 12-25) dengan perantaraan kitab ‘Audatul Hijab tulisan Syaikh Muhammad Isma’il Al Muqaddami (2/41-47). Sebagian dari data di atas juga disebutkan dalam buku-buku ensiklopedi seperti Encyclopedia Britannica, Encyclopedia Biblica dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Nama Raja Babilonia yang berkuasa sekitar abad 18 sebelum Masehi. Kekuasaannya terbentang dari Teluk Persia ke utara melewati sungai Eufrat dan Tigris, dan ke barat hingga laut Mediterania. Ia merupakan seorang militer dan negarawan ulung yang terkenal dengan undang-undangnya tersebut (Microsoft Encarta Encyclopedia Standard 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] ‘Audatul Hijab 2/43.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Ibid 2/43-44, dinukil dari Hadhaaratul Hind, tulisan Gustav Labon (hal 644-646). Syaikh Muhammad Al Muqaddami mengatakan bahwa kezaliman terhadap wanita India tersebut baru dihapus setelah masuknya Islam kesana, yang konon hampir menguasai seluruh wilayah India di zaman Raja Aorank Zeib, hingga akhirnya jatuh di tangan kolonial Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Ibid hal 45, dinukil dari: Al Mar-atu fil Qur’an, hal 54.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Yaitu mereka yang digolongkan sebagai orang terpandang dan warga negara menurut undang-undang. Bahkan pada tahun 1567, Parlemen Inggris mengeluarkan keputusan bahwa kaum wanita tidak boleh diberi kekuasaan apa pun atas apa pun (‘Audatul Hijab 2/46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Dengan mengingat bahwa kitab beliau dicetak tanggal 12 Rabi’ul Awwal 1351 H. Artinya pengaruh masa lalu masih ada di Inggris sampai lima puluh tahunan silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Dinukil dari Huququn Nisa’ fil Islam, tulisan Syaikh Muhammad Rasyid Ridha. Mengomentari hal ini, DR. Nuruddien ‘Itr mengatakan: “Kejadian semisal pernah diceritakan oleh temanku yang baru saja menyelesaikan program pasca sarjananya di Amerika Serikat. Ia mengisahkan bahwa dalam masyarakat Amerika ada sebagian kalangan yang saling pinjam-meminjam isteri dalam jangka waktu tertentu, kemudian masing-masing mengambil kembali isteri yang dipinjamkannya. Persis seperti orang desa yang meminjamkan ternaknya, atau orang kota yang meminjamkan perkakas rumah tangganya”, dinukil dari: Maadza ‘anil Mar-ah? hal 15-16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] Angka ini didapat dari jumlah rata-rata kasus perkosaan tiap hari di Amerika antara tahun 1996-2005, yaitu 256 kasus. Kalau sehari semalam adalah 1440 menit, maka hasilnya 1440:256=5,625 yang dibulatkan jadi 6. Artinya tiap enam menit terjadi sekali perkosaan (lihat lampiran 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Disadur dari artikel berjudul: Ayyuhuma aula bit tahrir: al mar’atu ladaina am ladaihim?!, oleh Jilnar Fuhaim dengan sedikit penyesuaian (www.ikhwanonline.com) [jangan lupa untuk ditambahkan ke daftar pustaka.]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/369269078143988013-43335316581708867?l=ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/feeds/43335316581708867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/08/hijab-dan-kehormatan-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/43335316581708867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/43335316581708867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/08/hijab-dan-kehormatan-wanita.html' title='Hijab dan Kehormatan Wanita'/><author><name>Ummu Hudzaifah Al-Gharibiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11390851907414962806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_2B6U7flAxa0/Sqn9UjwFlOI/AAAAAAAAABU/aGumfWPFUjI/S220/185167_0_Love_Is_Heart.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-369269078143988013.post-3159296591525688468</id><published>2009-08-14T20:36:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T20:38:04.140-07:00</updated><title type='text'>Terus Bertahan</title><content type='html'>ismillah...&lt;br /&gt;Sendiri, kukemas air mata&lt;br /&gt;Tak berdaya ku yang ada dihadapanku&lt;br /&gt;Harus berjuang sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang selalu terkoyak&lt;br /&gt;Jiwa yang selalu tak tenang&lt;br /&gt;Dan sakit yang selalu berganti&lt;br /&gt;Semuanya aku akan hadapi, sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena mengharap cinta dan kasih sayang hingga aku terus bertahan&lt;br /&gt;Bertahan hingga waktunya tiba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu saat nanti Allah telah memanggilku...&lt;br /&gt;Aku hanya ingin meninggalkan setitik pesan pada mereka, orang tuaku...&lt;br /&gt;" Aku sayang kalian dengan jalanku seperti ini "&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/369269078143988013-3159296591525688468?l=ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/feeds/3159296591525688468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/08/terus-bertahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/3159296591525688468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/3159296591525688468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/08/terus-bertahan.html' title='Terus Bertahan'/><author><name>Ummu Hudzaifah Al-Gharibiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11390851907414962806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_2B6U7flAxa0/Sqn9UjwFlOI/AAAAAAAAABU/aGumfWPFUjI/S220/185167_0_Love_Is_Heart.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-369269078143988013.post-5928902308350175811</id><published>2009-08-14T20:35:00.001-07:00</published><updated>2009-08-14T20:35:43.054-07:00</updated><title type='text'>Untukmu Mama ... !</title><content type='html'>Dear Mama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi, genap sudah seperempat abad kujalani hidup bersamamu.&lt;br /&gt;Tidak singkat dan juga tidak mudah&lt;br /&gt;Segala bentuk kasih sayang kuyakini pasti telah engkau curahkan, wahai Mama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kanak-kanakku habis dengan menuntut pendidikan untuk masa depanku&lt;br /&gt;Sekolah-Rumah-Sekolah-Rumah adalah aktivitasku selalu&lt;br /&gt;Begitu besarnya penjagaanmu terhadap aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama...&lt;br /&gt;Semua itu aku terima walau terkadang rasa iri menghampiri pada saudara(i)ku sendiri&lt;br /&gt;Apa yang mereka punya, tak selalu sama punyaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama...&lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu, aku mulai belajar Islam.&lt;br /&gt;Aku baru tahu, kalau selama itu aku ternyata melanggar perintahNya dengan memamerkan auratku&lt;br /&gt;Aku baru tahu, kalau menuntut 'ilmu syar'i jauh lebih penting daripada sekedar ilmu dunia saja&lt;br /&gt;Dan aku pun berubah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mama...&lt;br /&gt;Kusangka semua itu mudah untuk kukerjakan dengan ridhomu&lt;br /&gt;Ternyata, justru engkaulah yang menjadi benci padaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retak, tangis, sakit, sesak dan seakan ingin teriak waktu itu&lt;br /&gt;Mama tak pernah mendukungku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab yang aku kenakanpun kubeli dengan jerih payahku sendiri&lt;br /&gt;Sebab engkau tak memberiku uang untuk itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama...&lt;br /&gt;Bertahun-tahun aku lalui tanpa hangatnya senyumanmu lagi&lt;br /&gt;Tak ada Mama yang dulu selalu tertawa ketika tingkahku lucu menepis kesunyian rumah&lt;br /&gt;Tak ada Mama yang selalu menyisir rambutku dengan lembut lagi&lt;br /&gt;Tak ada Mama yang membuatkanku susu lagi&lt;br /&gt;Tak ada Mama yang selalu bertanya keadaanku setiap hari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama...&lt;br /&gt;Aku tak pernah membantahmu ketika engkau marah&lt;br /&gt;Aku tak pernah menepis pukulanmu ketika engkau benci&lt;br /&gt;Karena aku tahu, Mama sayang aku dan aku sayang Mama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama...&lt;br /&gt;Aku bahagia hingga kini&lt;br /&gt;Meski aku hanya mampu mencium tanganmu sebelum kulangkahkan kaki keluar&lt;br /&gt;Meski aku hanya mampu melihat senyummu pada adik-adikku&lt;br /&gt;Meski aku hanya mampu mengecup keningmu disaat engkau tertidur pulas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama...&lt;br /&gt;Maafkan aku dengan jalanku ini&lt;br /&gt;Bukan karena aku mencoba menjadi anak durhaka&lt;br /&gt;Tetapi karena aku ingin menjadi anak yang sholehah dimataNya&lt;br /&gt;Menjadi anak yang bisa engkau banggakan di jalan ini kelak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama...&lt;br /&gt;Aku hanya ingin Mama menerimaku dengan keadaanku kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untukmu Mama...&lt;br /&gt;I Love You, Mama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/369269078143988013-5928902308350175811?l=ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/feeds/5928902308350175811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/08/untukmu-mama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/5928902308350175811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/5928902308350175811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/08/untukmu-mama.html' title='Untukmu Mama ... !'/><author><name>Ummu Hudzaifah Al-Gharibiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11390851907414962806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_2B6U7flAxa0/Sqn9UjwFlOI/AAAAAAAAABU/aGumfWPFUjI/S220/185167_0_Love_Is_Heart.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-369269078143988013.post-9094192483921455502</id><published>2009-05-28T09:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T09:36:17.634-07:00</updated><title type='text'>Hadits ke-1 Arbain An-Nawawi الحَدِيْثُ  الأَوَّلُ</title><content type='html'>عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ   قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ   يَقُوْلُ :  إِنَّمَا الأَعْمالُ بِالنِّيَاتِ وَ إِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَ رَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَ رَسُولِهِ  وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِامْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ  رَوَاهُ إِمَامَا الْمُحَدِّثِيْنَ أَبُو عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيْلَ بْنِ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ بَرْدِزْبَةَ الْبُخَارِيُّ وَ أبُو الْحُسَيْنِ مُسْلِمُ بْنُ الْحَجَّاجِ بْنِ مُسْلِمٍ الْقُشَيْرِيُّ النَّيْسَابُوْرِيُّ فيِ صَحِيْحَيْهِمَا الَّذَيْنِ هُمَا أَصَحُّ الْكُتُبِ الْمُصَنَّفَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari ‘Amirul Mu’minin Abu Hafsh ‘Umar bin Khattab  telah berkata : Aku telah mendengar Rasulullah  bersabda : “Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu hanyalah tergantung pada niat, dan sesungguhnya bagi setiap orang hanya memperoleh (sesuai) apa yang ia niatkan. Maka siapa yang hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya itu karena dunia yang ingin diraihnya atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu ke arah apa yang ia tuju”. (Diriwayatkan oleh dua Imam ahli hadits : Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abu Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi dalam dua kitab shahih mereka yang merupakan kitab yang paling shohih diantara kitab-kitab hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN HADITS&lt;br /&gt; Hadits ini merupakan salah satu contoh Jawami' Al-Kalim (kalimat-kalimat yang ringkas bermakna luas) dan para ulama kaum muslimin telah sepakat bahwa hadits ini sangat agung, mempunyai banyak faidah dan derajatnya shahih.&lt;br /&gt;  Hadits ini merupakan  setengah dari Ad-Dien karena merupakan mizan (timbangan) amalan batin ,sebagaimana diketahui Ad-dien terbagi atas 2 yakni     :&lt;br /&gt;• amalan batin (mizannya Hadits-1 dari Arbain Nawawi)&lt;br /&gt;• amalan zhohir (mizannya Hadits-5 dari Arbain Nawawi)&lt;br /&gt; Abu Abdillah  menyatakan bahwa tidak ada satu hadits pun yang lebih lengkap, luas cakupannya dan lebih banyak faidahnya melebihi hadits ini.&lt;br /&gt; Imam Ahmad رحمه الله تعالى  berkata: “ Pokok-pokok Islam ada pada 3 hadits, yaitu hadits     Umar (H-1), hadits ‘Aisyah (H-5), dan hadits Nu’man bin Basyir (H-6) &lt;br /&gt; Imam Syafi’i رحمه الله تعالى  mengatakan: ” Hadits ini merupakan 1/3 ilmu dan masuk ke dalam      70 bab fiqh “ , sedang Imam Bukhari telah memasukkan hadits ini dalam  7 bab dalam kitab Shohih beliau&lt;br /&gt; Imam Asy-Syaukani رحمه الله تعالى menuturkan : "Hadits ini merupakan salah satu kaidah dalam Islam hingga dikatakan dia mengandung sepertiga ilmu"  Beliau berkata pula: "Hadits ini mempunyai faidah-faidah yang telah dipaparkan dalam kitab-kitab tebal… dan seyogyanya disusun kitab yang khusus untuk menjelaskannya". &lt;br /&gt; Abdurrahman bin Mahdi رحمه الله تعالى  berkata : “ Seandainya saya menulis sebuah kitab  yang terdiri dari beberapa bab-bab, maka sungguh saya akan menjadikan hadits Umar bin Khoththob di dalam tiap bab “ Dan beliau juga berkata : "Barangsiapa yang hendak menyusun suatu kitab hendaknya memulai dengan  hadits ini" . Dan nasehat ini telah diamalkan oleh para ulama di antaranya:&lt;br /&gt;•  Imam Bukhari dalam Shohihnya&lt;br /&gt;•  Al-Hafizh Taqiyuddin Abdul Ghoni Al Maqdisi dalam 'Umdahtul Ahkam&lt;br /&gt;•  Al Hafizh Zainuddin Abdurrahman Al-'Iraqi dalam Taqribul Asanid wa Tartib Al     Masanid&lt;br /&gt;•  Imam An-Nawawi dalam Riyadhush Shalihin ,Arbain An-Nawawiyah, dan Al-Adzkar &lt;br /&gt;•  Imam Suyuthi dalam Al Jami' Ash-Shogir&lt;br /&gt;Ini menunjukkan pengagungan ulama terhadap hadits ini yakni mereka memandang hendaknya hadits ini didahulukan dalam setiap kitab yang disusun, sebagai peringatan bagi para penuntut ilmu untuk memperbaiki niatnya dan sebagai isyarat bahwa setiap amalan yang tidak ditujukan untuk Allah maka amalan tersebut batil, tidak ada buahnya di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIOGRAFI SAHABAT  PEROWI HADITS&lt;br /&gt;Nama, Kunniyah dan Laqab beliau :&lt;br /&gt;Nama beliau adalah Umar bin Al-Khaththab bin Nufail bin Abdul 'Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Rozah bin 'Adi bin Ka'ab bin Luai bin Ghalib Al-Qurasyi Al 'Adawi&lt;br /&gt;Kunniyah : Abu Hafsh ("Hafsh" artinya anak singa)&lt;br /&gt;Laqab (gelaran) : Al-Faruq ( pembeda ) karena setelah keislaman beliau semakin nampak al-Haq dan Al-Bathil.&lt;br /&gt;Kelahiran beliau : &lt;br /&gt;Beliau lahir 3 tahun sesudah Tahun Gajah (40 tahun sebelum hijrah)&lt;br /&gt;Diantara keutamaan beliau:&lt;br /&gt;• Beliau adalah khalifah kedua bagi kaum muslimin sesudah wafatnya Rasulullah . Allah  menguatkan Ad-Din dengan keislaman beliau &lt;br /&gt;• Pada zaman  jahiliyah beliau termasuk pahlawan dan pemuka Quraisy. Sebelum masuk Islam, Umar sangat keras kepada Islam dan kaum Muslimin. Beliau masuk Islam 5 tahun sebelum hijrah dan keislaman beliau merupakan kemuliaan dan kekuatan serta kelapangan bagi kaum muslimin sebagaimana penuturan Ibnu Mas'ud: "Kami dahulu tidak pernah menyembah Allah secara  terang-terangan hingga masuknya Umar ke dalam Islam". &lt;br /&gt;• Seorang pemberani sehingga sangat ditakuti  oleh jin dan manusia. Rasulullah  pernah bersabda pada  Umar :&lt;br /&gt; وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا لَقِيَكَ الشَّيْطَانُ قَطُّ سَالِكًا فَجًّا إِلَّا سَلَكَ فَجًّا غَيْرَ فَجِّكَ &lt;br /&gt;“ Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya,tidaklah syetan berpapasan denganmu  pada suatu jalan, melainkan syaithan akan mencari jalan yang lain (HR.Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;• Beliau senantiasa berkata benar dan merupakan sahabat yang selalu mendapatkan ilham (bimbingan ilahi). Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt; إِنَّ اللَّهَ جَعَلَ الْحَقَّ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ وَقَلْبِهِ  &lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah  menjadikan al haq pada lisan dan hati Umar "  (HR. Tirmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;dalam hadits lain beliau  bersabda:&lt;br /&gt; لَوْ كَانَ بَعْدِي نَبِيٌّ لَكَانَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ &lt;br /&gt; Artinya:"Jika ada Nabi sesudahku maka dia adalah Umar bin Khaththab "(HR.Tirmidzi dan Ahmad di musnad beliau dan dalam Kitab Fadhail As-Shohabah 1:246)&lt;br /&gt;• Beliau termasuk salah seorang dari 10 orang sahabat yang dijamin masuk syurga, sebagaimana sabda Rasulullah  yang diriwayatkan oleh sahabat Said bin Zaid  :&lt;br /&gt; عَشْرَةٌ فِي الْجَنَّةِ النَّبِيُّ فِي الْجَنَّةِ وَأَبُو بَكْرٍ فِي الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِي الْجَنَّةِ وَعُثْمَانُ فِي الْجَنَّةِ وَعَلِيٌّ فِي الْجَنَّةِ وَطَلْحَةُ فِي الْجَنَّةِ وَالزُّبَيْرُ بْنُ الْعَوَّامِ فِي الْجَنَّةِ وَسَعْدُ بْنُ مَالِكٍ فِي الْجَنَّةِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِي الْجَنَّةِ وَلَوْ شِئْتُ لَسَمَّيْتُ الْعَاشِرَ قَالَ فَقَالُوا مَنْ هُوَ فَسَكَتَ قَالَ فَقَالُوا مَنْ هُوَ فَقَالَ هُوَ سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ  &lt;br /&gt;"Sepuluh sahabat (yang dijamin) masuk surga : Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Malik, Abdurrahman bin Auf." (Said bin Zaid )-sahabat perowi hadits ini- berkata: "Jika aku ingin maka aku menyebut yang kesepuluh" Mereka bertanya:"Siapa orang itu?" Beliau(Said) diam, namun mereka bertanya lagi: "Siapa dia?" Beliau berkata: "Orang itu adalah Said bin Zaid " (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;• Beliau adalah orang  yang pertama kali menetapkan penanggalan Hijriyah sebagai penanggalan kaum muslimin kemudian menjadi  ijma’ dikalangan sahabat.&lt;br /&gt;• Beliau telah berhijrah dan berjihad bersama Rasulullah  bahkan dibai'at menjadi khalifah saat wafatnya Abu Bakar tahun 13 Hijriyah&lt;br /&gt;• Beliau sangat terkenal dengan keadilannya. &lt;br /&gt;• Umat Islam banyak mengalami kejayaan sejak kekhalifaan beliau. Pada masa  pemerintahannya kaum muslimin berhasil membuka banyak wilayah untuk pemerintahan kaum muslimin dan menaklukkan banyak negeri diantaranya Syam, Iraq, Al Quds,Mesir dan lain-lain. &lt;br /&gt;Wafat Beliau :&lt;br /&gt;  Beliau wafat 23 H dalam usia 65 tahun di tangan Abu Lu'lu'ah Al-Majusi yang menikamnya  secara licik  ketika sedang memimpin sholat subuh dan beliau meninggal dunia tiga hari setelah peristiwa tersebut, dan dikuburkan di sisi nabi Muhammad  dan Abu Bakar Ash Ashiddiq Radhiyallahu 'anhuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUDUKAN HADITS&lt;br /&gt;      Perlu diketahui meskipun hadits ini ditakhrij oleh banyak Imam dan semuanya bersepakat akan keutamaan dan kedudukan hadits ini  yang sangat tinggi namun hadits ini tidak termasuk dalam hadits mutawatir. Hadits ini jika dilihat di awal sanadnya adalah hadits gharib, tapi jika dilihat akhir sanadnya adalah hadits masyhur. &lt;br /&gt;• Hadits ini termasuk hadits Ahad karena hanya diriwayatkan dari Umar bin Khattab  , ada riwayat lain tetapi dhoif yaitu dari Abu Hurairah , Ali , Anas  dan Abu Said Al Khudri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanad hadits :&lt;br /&gt;        رسول الله &lt;br /&gt;       عمر بن الخطاب&lt;br /&gt;      علقمة بن وقاص الليثي&lt;br /&gt;     محمد بن إبراهيم التيمي&lt;br /&gt;     يحي بن سعيد الأنصاري&lt;br /&gt; Dan tidak ada jalur periwayatan yang shohih selain jalur ini, sebagaimana  ditegaskan oleh Imam Ali bin Al-Madini dan disetujui oleh Al-Khaththabi serta para ulama yang lain. Karenanya siapa yang mendapatkan jalur-jalur yang lain dari hadits ini maka jalan-jalan  tersebut tentu tidak shohih.  Barulah dari Yahya bin Said banyak yang meriwayatkan, sebagian mengatakan diriwayatkan oleh sekitar 250 bahkan ada yang mengatakan 700 orang.  Dan umumnya yang meriwayatkan dari Yahya adalah para Imam seperti : Imam Malik, Sufyan bin Uyainah, Hammad bin Zaid, Sufyan Ats-Tsauri, Al Auza’i, Abdullah bin Mubarok, Al-Laits bin Sa’ad, Syu’bah,  dan lain-lain.   &lt;br /&gt;          Dari sanad hadits yang tidak mutawatir ini bisa dijadikan hujjah atas orang yang menolak hadits-hadits ahad dalam masalah-masalah ushul (pokok). Karena hadits ini adalah hadits ahad yang mengandung masalah yang sangat mendasar (ushul) dalam Ad-Dien namun  demikian para ulama telah berijma' bahwa hadits ini shohih dan diterima. Kesimpulannya bahwa meskipun sebuah hadits ahad, namun jika shohih maka ia menjadi hujjah dalam syariat Islam baik dalam masalah  Aqidah, Ibadah , Akhlaq dan lain-lain.&lt;br /&gt;Dan salah satu keunikan hadits ini adalah periwayatan 3 orang tabi'in sekaligus satu sama lainnya yaitu Alqamah, Muhammad bin Ibrahim At Taiymi dan Yahya bin Sa'id Al-Anshori.-Rahimahumullahu jami'an-&lt;br /&gt;Hadits ini disampaikan oleh Umar  , ketika berkhutbah di atas mimbar. Namun walaupun banyak yang mendengarkannya tetapi sedikit yang meriwayatkannya hal ini mungkin disebabkan karena kehati-hatian mereka dan ketakutan mereka akan sabda Rasulullah  :&lt;br /&gt;مَنْ كَذَ بَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعده مِنَ النَّارِ (متفق عليه عن أبي هريرة)&lt;br /&gt;“ Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja , maka hendaknya ia menempati  tempat duduknya  di  neraka” (HR.Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Hurairah )                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Abdurrahman bin Abi Laila (seorang tabi'i yang mulia) rahimahullah berkata:" Kami berkata kepada Zaid bin Arqam  : “ Ceritakanlah kepada kami (hadits-hadits) dari Rosulullah  .., beliau  menjawab :&lt;br /&gt;َكَبِرْنَا وَنَسِينَا وَالْحَدِيثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَدِيدٌ&lt;br /&gt;Kami telah tua dan (banyak) lupa, sedangkan menceritakan hadits dari Rosulullah   sangatlah berat"  (HSR Ibnu Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;Dan juga sabda Rosulullah   :&lt;br /&gt; كَفَى بِا لْمَرْ ءِ  كَذِبًا أَنْ يُحَدِّ ثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ      (  رواه مسلم في المقدمة )&lt;br /&gt;“ Cukuplah seorang dikatakan berdusta jika menyampaikan semua yang didengarkannya.” ( HR.Muslim dalam muqaddimah Shohihnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SABABUL WURUD&lt;br /&gt;      Sesungguhnya pengetahuan akan sebab keluarnya (sababul wurud) sebuah hadits sangat membantu untuk memahami makna hadits sebagaimana halnya pengetahuan tentang sababun nuzul  membantu dalam memahami makna ayat Al-Qur'an. &lt;br /&gt;     Sebagian ulama menyebutkan bahwa sebab dikeluarkannya hadits ini berkenaan dengan seorang laki-laki  yang ingin menikahi seorang wanita yang dikenal dengan Ummu Qais. Dan perempuan ini tidak mau dinikahi kecuali kalau laki-laki tersebut berhijrah. Maka berhijrahlah laki-laki tersebut karena keinginannya untuk menikahi Ummu Qais, bukan karena mengharap pahala hijrah. Oleh sebab itu laki-laki itu digelari dengan  Muhajir Ummi Qais  (orang yang berhijrah karena Ummu Qais) &lt;br /&gt;      Berkenaan dengan sababul wurud hadits ini terdapat ikhtilaf diantara para ulama :&lt;br /&gt;1)  Ibnu Rajab Al-Hambali رحمه الله تعالى menyatakan:  "Telah masyhur  bahwa kisah muhajir Ummu Qais adalah sebab diucapkannya hadits :  " Barangsiapa hijarahnya  untuk dunia yang ia ingin dapatkan atau wanita yang ia  ingin nikahi …"banyak ulama mutaakhirin (pada zaman beliau) yang menyebutkan sababul wurud tersebut dalam kitab-kitab mereka namun  kami tidak melihat dalil dengan sanad yang shohih dari perkataan tersebut "  &lt;br /&gt;2) Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه الله تعالى menilai sanad Thabrani yang menceritakan adanya seorang laki-laki yang berhijrah karena ingin menikahi seorang perempuan yang bernama  Ummu Qais adalah sanad yang shohih. Namun beliau memandang bahwa tidak ada keterangan yang jelas yang menunjukkan bahwa kejadian tersebut merupakan penyebab keluarnya sabda Rasulullah  tersebut. &lt;br /&gt;  Maka sebagaimana tidak semua ayat-ayat Al-Qur’an ada asbabun Nuzulnya begitu pula dengan hadits-hadits. Perlu diingat bahwa asbabul nuzul/wurud disebutkan adalah untuk memahami ayat atau hadits secara umum, namun bukan berarti bahwa ayat atau hadits tersebut cuma menjelaskan tentang perkara-perkara yang menjadi penyebab turunnya ayat atau hadits tersebut secara khusus.  &lt;br /&gt;      Berkata Ulama :&lt;br /&gt;العِبرَةُ بِعُمُومِ اللََّفظِ لاَ بِخُصُوصِ السَّبَبِ&lt;br /&gt;       “ Al Ibroh (pelajaran) terletak pada keumuman lafazh bukan pada kekhususan sebab “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARH HADITS &lt;br /&gt; عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ …&lt;br /&gt;“... dari Amirul Mukminin ..”&lt;br /&gt;Gelar Amirul Mukminin :&lt;br /&gt;• secara umum : adalah gelar yang pertama kali disandarkan kepada shahabat Abdullah bin Jahsy - seorang shahabat yang pernah memimpin Sariyah  sebelum terjadinya perang Badar&lt;br /&gt;•  secara khusus : untuk khalifah adalah pertama kali diberikan pada Umar bin Khattab  .Penamaan ini  disebutkan pada akhir kekhalifaan Abu Bakar dan menjadikan gelar Amirul  Mukminin sebagai pengganti bagi gelar khalifah  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ  &lt;br /&gt;" …Abu Hafs Umar bin Khaththab  "&lt;br /&gt;      Kunniyah Umar bin Khaththab adalah Abu Hafsh, dan arti dari kata "Hafsh" adalah anak singa&lt;br /&gt;• Ini menunjukkan bolehnya berkuniyah dengan selain nama anak, bahkan tidak mesti harus punya anak, sebagaimana Aisyah radhiyallohu anha yang berkuniyah dengan Ummu Abdillah dan Imam Nawawi berkuniyah Abu Zakariya, padahal beliau belum pernah menikah.&lt;br /&gt;• Berkuniyah adalah sesuatu yang disunnahkan, sehingga Rosulullah  telah memberikan kuniyah seorang anak kecil,sebagaimana hadits Rosulullah   dari Anas bin Malik  ,beliau berkata :&lt;br /&gt;كَانَ النَّبِيُّ  أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا وَكَانَ لِي أَخٌ يُقَالُ لَهُ أَبُو عُمَيْرٍ قَالَ أَحْسِبُهُ فَطِيمًا وَكَانَ إِذَا جَاءَ قَالَ:يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ&lt;br /&gt;Nabi  adalah orang yang paling baik akhlaqnya.Aku mempunyai seorang adik yang baru lepas susuan yang dipanggil  Abu Umair. Apabila Rosulullah  datang, beliau bergurau sambil berkata: Ya Abu Umair, apa yang dikerjakan oleh nughair( burung kecil itu kepunyaan Abu Umair). (Muttafaq ‘alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  سَمِعْتُ  رَسُولَ اللهِ  &lt;br /&gt;“ ..saya mendengar.Rasulullah .”&lt;br /&gt;-Menunjukkan keutamaan Umar yang langsung mendengarnya dari Rasulullah . Dan inilah keutamaan shahabat secara umum, yaitu bertemu langsung dengan Rosulullah  &lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud  mengatakan :&lt;br /&gt;“(Para sahabat) adalah manusia  yang Allah  pilih  untuk menemani nabi-Nya”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; إِنَّمَا الأَعْمالُ   &lt;br /&gt;“... sesungguhnya amal..”&lt;br /&gt;  إنَّ(sesungguhnya)  fungsinya untuk menashob ( --َ-- )&lt;br /&gt;  ما    +    إن ( hanya saja) ,  fungsinya adalah untuk merafa’ ( --ُ-- )&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran ada beberapa bentuk     إِنَّمَا   :  &lt;br /&gt;1) Penafian secara mutlaq,Allah  berfirman:&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ ﴾ ﴿&lt;br /&gt; Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu hanyalah Tuhan Yang Esa...".(QS.Al Kahfi:110) &lt;br /&gt; Maksudnya ayat ini adalah hanya Allah yang berhak disembah, selain-Nya bathil.&lt;br /&gt;2) Penafian secara partial (sebagian) :&lt;br /&gt;إِنَّمَا أَنْتَ مُذَ كِّر﴾ ﴿&lt;br /&gt;Sesungguhnya kamu Muhammad  hanyalah  pemberi peringatan (QS.Al Ghasyiyah:21)&lt;br /&gt;Penafian di sini  tidaklah secara mutlak karena kenyataannya Nabi Muhammad   juga bertugas untuk memberi kabar gembira, dll. Namun disebutkan  dalam ayat ini   hanya sebagai pemberi peringatan maksudnya beliau  tidak berkuasa memberikan hidayah kepada seseorang&lt;br /&gt;3) Penafian yang menunjukkan pentingnya/umumnya hal tersebut &lt;br /&gt;Allah  berfirman:&lt;br /&gt;اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ﴾ ﴿&lt;br /&gt;Artinya: Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan,... QS.  (Al Hadid:20)      &lt;br /&gt;لَعِبٌ وَلَهْوٌ    bukan berarti dunia itu semuanya permainan dan senda gurau tetapi hanya   disebutkan keduanya adalah karena begitulah keadaan dunia pada umumnya. Adapun dalam hadits ini merupakan penafian secara mutlak.Wallohu A'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِالنِّيَاتِ“&lt;br /&gt;"dengan niat..”&lt;br /&gt;Menurut Ulama,  maksudnya ada 3 :&lt;br /&gt;1) Amalan itu dipandang /dinilai ketika ada niat.&lt;br /&gt;2) Amalan itu akan lahir /muncul karena adanya niat. Maksudnya tidak mungkin sesuatu bisa dikerjakan tanpa adanya niat; karena setiap manusia yang berakal dan tidak dipaksa tidak mungkin mengamalkan sesuatu tanpa niat. Bahkan sebagian ulama berkata: "Seandainya Allah menyuruh kita mengamalkan sesuatu tanpa niat maka itu suatu perintah yang tidak sanggup dikerjakan" . Makna ini sangat tepat untuk membantah orang yang senantiasa was-was dalam niatnya sehingga melafazhkannya dalam setiap ibadah!&lt;br /&gt;3)  Baik atau buruknya suatu amalan sangat tergantung pada niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan ponit 1 &amp; 3 : &lt;br /&gt; bahwa pada point 1 menjelaskan bahwa amalan sholeh  hanyalah diterima jika diawali dengan niat. Contoh : seseorang yang makan dengan tangan kanan hanya karena kebiasaan bukan untuk mengikuti sunnah Rasulullah  maka dia tidak diganjar dengan perbuataanya itu. &lt;br /&gt; Point ke-3 amalan yang dikerjakan dengan niat, baru akan diterima jika niatnya baik(ikhlas) contoh sholat walaupun seseorang telah berniat untuk sholat namun tidak akan diterima jika ada niat yang tidak ikhlas (riya’)&lt;br /&gt; Makna Niat   النية) معنى )&lt;br /&gt;      Secara bahasa :&lt;br /&gt;     1)  Al-Qashdu (القصد) bermakna  tujuan dan kesengajaan untuk beramal, &lt;br /&gt;           Sebagian ulama mengatakan : " Karena niat adalah kesengajaan dalam berbuat, maka niat letaknya di hati dan tidak perlu dilafazhkan” &lt;br /&gt;      2)  Al-Iradah  ( الإراد ة ) bermakna keinginan&lt;br /&gt;Lafazh ini banyak penggunaannya dalam Al Quran,perhatikan beberapa ayat berikut ini:&lt;br /&gt;﴿ وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ حَتَّى إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ ﴾&lt;br /&gt;Artinya: Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Diantaramu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu; dan sesungguhnya Allah telah mema`afkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman.(QS.Ali Imron:152)&lt;br /&gt;﴿وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ﴾&lt;br /&gt;Artinya:"Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki wajah-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim"(QS.Al An'aam:52).&lt;br /&gt;﴿مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ(15)أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ﴾ &lt;br /&gt;Artinya: Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?(QS.Huud:15-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﴿مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا(18)وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا﴾)&lt;br /&gt;Artinya:"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik .(QS.Al Israa:18-19)&lt;br /&gt;3)  Al-Ibtigho   ( الابتغاء )maknanya mengharapkan,sebagaimana firman Allah  :&lt;br /&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ﴾ ﴿&lt;br /&gt;Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (Qs Al Baqaroh:207)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara istilah, niat disebutkan bermakna :&lt;br /&gt;1) Membedakan antara ibadah dengan adat, contohnya:seorang yang tidak makan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari ,maka ini mungkin disebabkan berpuasa atau karena tidak mendapat makanan maka yang membedakan antara keduanya adalah niat..&lt;br /&gt;2) Membedakan antara 2 ibadah,contohnya:seseorang yang shalat sunnah 2 rakaat,maka ini ada beberapa kemungkinan jenis shalat yang dia kerjakan yang bisa membedakannya hanyalah niat .&lt;br /&gt;Kedua makna niat ini merupakan istilah yang digunakan para fuqaha (ahli fiqh)&lt;br /&gt;3) Membedakan antara ikhlas untuk Allah  atau selainnya.&lt;br /&gt;      (Istilah ini digunakan oleh ulama Aqidah/akhlaq dan makna ini yang banyak disebutkan dalam Al-Qur’an dan perkataan salaf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat dapat merubah suatu adat menjadi ibadah dangan 3 syarat :&lt;br /&gt;1) Diniatkan untuk beribadah. &lt;br /&gt;2) Sebagai perantara untuk menjadi bernilai ibadah, bukan perbuatannya (dzatnya) yang   &lt;br /&gt;       ibadah, contoh : tidur , maka tidur secara dzatnya bukanlah ibadah, tetapi ia bernilai   &lt;br /&gt;       ibadah jika kita niatkan ketika tidur supaya bisa melaksanakan ibadah, misalnya agar   mampu sholat lail dll &lt;br /&gt;3) Sesuai dengan contoh dari Nabi  (sesuai dengan adab-adab beliau)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; بِالنِّيَاتِ  “&lt;br /&gt; Perkataan ini  menunjukkan keutamaan niat : &lt;br /&gt;Berikut ini dalil dari sunnah dan beberapa mutiara perkataan salaf tentang keutamaan niat yang ikhlash dan bahaya beramal tanpa keikhlasan:&lt;br /&gt;• Dalam shohih Muslim dari Ummu Salamah رضي الله عنها  bahwa Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;…. يُخسَفُ بِهِ مَعَهُم وَلَكِنَّهُ يُبعَثُ يَومَ القِيَامَةِ عَلَى نِيَّتِهِ   &lt;br /&gt;“ … dia dibinasakan bersama mereka, tetapi masing-masing dibangkitkan pada hari kiamat sesuai dengan niatnya )&lt;br /&gt;• Salah seorang ulama salaf yaitu Abdullah bin Mubarak  رحمه الله تعالى   berkata :&lt;br /&gt;رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ&lt;br /&gt;“ Boleh jadi suatu amalan yang kecil menjadi besar di sisi Allah karena niatnya(yang baik)  dan boleh jadi amalan yang besar  menjadi kecil  di sisi Allah juga karena niatnya(yang tidak ikhlas)“  &lt;br /&gt;• Yahya bin Abi Katsir رحمه الله تعالى  menasihatkan:&lt;br /&gt;تَعَلَّمُوا النِّيَّةَ فَإِنَّهَا أَبلَغُ مِنَ العَمَلِ&lt;br /&gt;“  Pelajarilah niat, karena ia lebih dahulu sampai di sisi Allah daripada amalan “  &lt;br /&gt;• Imam Sufyan Ats-Tsauri رحمه الله تعالى  menuturkan:&lt;br /&gt;مَا عَالَجتُ شَيئًا أَشَدَّ عَليَّ مِن نِيَّتِي لأَنَّهَا تَتَقَلَّبُ عَليَّ&lt;br /&gt;“  Tidak ada sesuatu yang paling berat untuk saya obati, kecuali masalah niatku, sebab ia senantiasa&lt;br /&gt;berbolak-balik  dalam diriku “  &lt;br /&gt;• Muthorrif bin Abdullah  رحمه الله تعالى  mengatakan:&lt;br /&gt;صَلاَحُ القَلبِ بِصَلاَحِ العَمَلِ، وَ صَلاَحُ العَمَلِ بِصَلاَحِ النِّيَّةِ&lt;br /&gt;“ Baiknya hati tergantung dengan baiknya amalan, dan baiknya amalan tergantung dengan baiknya niat “  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَ إِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى &lt;br /&gt;“ Dan setiap orang mendapatkan tergantung yang diniatkan..”&lt;br /&gt;Maknanya :&lt;br /&gt;Seorang tidaklah mendapatkan  kecuali apa yang ia niatkan ,jadi tiap orang akan meraih yang sesuai dengan amalan dan niatnya.&lt;br /&gt;Kaidah ini berlaku untuk semua amalan ibadah tanpa kecuali, namun Nabi  membuat satu permisalan (hijrah) yaitu untuk lebih memahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَ رَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَ رَسُولِهِ  وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِامْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“..Maka barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia, atau wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya kepada apa yang ia tujukan..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Hijrah :(تعريف الهجرة)&lt;br /&gt;•   Menurut bahasa: الانتقال   (berpindah) dan الترك  (meninggalkan)&lt;br /&gt;         Menurut istilah :&lt;br /&gt;1) Berhijrah dari negeri kafir ke negeri iman ,contohnya hijrah para shahabat dari Mekkah ke Medinah&lt;br /&gt;2) Berhijrah dari tempat yang diliputi ketakutan (untuk menjalankan syariat) ke tempat yang aman untuk melaksanakan syariat, contohnya hijrah para shahabat dari Makkah ke Habasyah&lt;br /&gt;3) Berhijrah ma’nawi (hukumnya wajib) yaitu hijrah amal , Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;المُهَاجِرُ مَن هَاجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنهُ (متفق عليه)&lt;br /&gt;Artinya Orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah (meninggalkan) apa-apa yang Allah  larang atasnya  (HR.Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;               . &lt;br /&gt;• Hukum hijrah adalah wajib jika mampu dan ini berlaku sampai hari kiamat, &lt;br /&gt;     Rasulullah  bersabda: &lt;br /&gt; لا تَنقَطِعُ الهِجرَةُ حتى تنقطعَ التوبَةُ ولا تنقطعُ التوبةُ حتى تَطلُعَ الشَمسُ مِن مَغرِبِهَا &lt;br /&gt;“ Tidaklah terputus hijrah hingga terputusnya taubat dan tidaklah terputusnya taubat hingga matahari terbit dari barat (kiamat) “   &lt;br /&gt;dalam riwayat yang lain:&lt;br /&gt; لا تَنقَطِعُ الهِجرَةُ مَادَامَ العَدُوُّ يُقَاتِلُ   &lt;br /&gt;“ Tidak terputus hijrah selama musuh masih memerangi (kaum muslimin,.)  &lt;br /&gt;• Ancaman bagi orang yang enggan hijrah :&lt;br /&gt;-  di dunia: dia tidak mendapatkan hak loyalitas sebagai seorang muslim &lt;br /&gt;﴿ إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَاوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ﴾&lt;br /&gt;Artinya:"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan" (QS.Al Anfaal:72)&lt;br /&gt;- di akhirat : dia diancam dengan adzab jahannam,sebagaimana firman Allah  &lt;br /&gt;﴿إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا﴾&lt;br /&gt;Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,(QS.An Nisaa:97)&lt;br /&gt;• Pahala bagi orang berhijrah dengan niat karena Allah adalah mendapatkan kelapangan dari Allah  &lt;br /&gt; ﴿وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الأَ رْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا﴾&lt;br /&gt;. Artinya:"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"(QS. An Nisaa:100 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam lanjutan hadits ini&lt;br /&gt;  و َمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِامْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا .....&lt;br /&gt;…dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia, atau wanita yang ingin dinikahinya…"&lt;br /&gt;Adanya penyebutan kata dunia dan wanita secara bersamaan menjadi masalah, karena sebagaimana diketahui wanita juga termasuk dalam dunia.  Maka ulama menjelaskan bahwa ada dua kemungkinan:&lt;br /&gt; -   dunia dalam hadits ini maknanya harta&lt;br /&gt; -  dunia maknanya secara umum, namun disebutkan wanita secara khusus ('athfu alkhash 'ala al'aam) karena wanita merupakan salah satu fitnah dunia yang terbesar&lt;br /&gt;      .&lt;br /&gt;Makna Dunia ( معنى  الدنيا  )&lt;br /&gt;  secara bahasa adalah dari kata: Ad-dunu  (الدُّ نُو  ) yaitu sesuatu yang dekat , dikatakan demikian sebab dunia hanya sebentar jika dibandingkan  akhirat&lt;br /&gt;Berikut beberapa dalil tentang hakikat dunia dalam beberapa hadits:&lt;br /&gt;• عن أَبي هُرَيْرَةَ  يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ  يَقُولُ : أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ (رواه الترمذى و ابن ماجه)&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah  berkata: Saya telah mendengar Rasulullah  bersabda:"Ketahuilah sesungguhnya dunia itu dilaknat;dilaknat apa-apa yang ada di dalamnya kecuali dzikir kepada Allah,apa-apa yang mengantarkan kepadanya,orang yang alim dan penuntut ilmu"(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;• عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  : لَوْ كَانَتْ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ  (رواه الترمذي و ابن ماجه (&lt;br /&gt;• Dari Sahl bin Sa'ad berkata:Rasulullah  bersabda:"Seandainya dunia ini senilai-di sisi Allah -dengan sehelai sayap nyamuk maka Allah tidak memberi minum kepada orang kafir walau hanya seteguk air" (HR.Tirmidzi dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;• عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  : الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah  berkata : Rasulullah  bersabda: "Dunia adalah penjara bagi orang mu'min dan surga bagi orang kafir" (HR.Muslim)&lt;br /&gt;   Dari tiga hadits di atas sangat jelas menunjukkan kepada kita bahwa dunia bukanlah tempat bersenang-senang bagi orang mu'min dan dunia itu hina dan terlaknat di sisi Allah  sehingga sangat mengherankan  jika ada seseorang yang begitu cintanya kepada dunia dan merasa nikmat dengan kehidupan yang menipu ini, Allah  telah mengancam mereka dengan firman-Nya : &lt;br /&gt;﴿إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ ءَايَاتِنَا غَافِلُونَ(7)أُولَئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴾ &lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. Yunus : 7-8)&lt;br /&gt;Namun hakekat kebahagiaan di dunia adalah dekatnya seorang hamba kepada Rabbnya dan itulah makna Hayatan Thoyyibah yang difirmankan Allah  dalam kitabNya&lt;br /&gt;﴿ مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ﴾&lt;br /&gt;Artinya: "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik(hayah thoyyibah) dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS.An Nahl:97)&lt;br /&gt;       Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah menyimpulkan makna hayah thoyyibah sebagai kelezatan dalam beribadah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah  رحمه الله berkata: &lt;br /&gt;إِنَّ فِي الدُّ نْيَا جَنَّةً مَنْ لَمْ يَدْخُلْها لاَ يَدْ خُلُ جَنَّةَ الآخِرَةِ&lt;br /&gt;“Di dunia ada surga, siapa yang tidak pernah memasukinya ia tidak akan memasuki surga akhirat" &lt;br /&gt;• Tabi'i yang mulia Muhammad Ibnul Munkadir rahimahullah mengatakan: "Tidak ada sisa dari kelezatan dunia  kecuali tiga : qiyamul lail, liqo' ikhwan (bertemu saudara fillah ) dan              sholat jamaah "  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَوِامْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا &lt;br /&gt;      Hadits ini memberikan isyarat bahwa salah satu orientasi manusia dalam beramal termasuk di dalamnya ketika mengerjakan amalan-amalan akhirat adalah untuk mendapatkan/menikahi wanita. Dalil-dalil dari Al Quran dan As Sunnah juga menunjukkan bahwa wanita merupakan salah satu fitnah yang terbesar, yang dapat menggelincirkan seseorang ke dalam perbuatan maksiat. Dalam surah Yusuf, Allah  berfirman:&lt;br /&gt;فَلَمَّا رَأَى قَمِيصَهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُ مِنْ كَيْدِكُنَّ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ ﴾ ﴿&lt;br /&gt;Artinya: Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu (kaum wanita) adalah besar." (QS.Yusuf:28)&lt;br /&gt;        Rasulullah  bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Usamah bin Zaid :&lt;br /&gt; مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ    &lt;br /&gt;Artinya: "Tidaklah aku meninggalkan sebuah fitnah yang terbesar atas kaum lelaki dari fitnah wanita"(HR.Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ  عَنْ النَّبِيِّ  قَالَ: إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ  &lt;br /&gt;Dari Abu Said Al Khudri  dari Nabi  beliau bersabda: "Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan Allah menjadikan kalian khalifah(pengganti generasi sebelumnya) di dunia ini lalu Allah melihat apa yang kalian lakukan, maka hati-hatilah dengan(fitnah) dunia dan wanita, karena sesungguhnya awal fitnah yang terjadi pada kaum Bani Israil terjadi disebabkan kaum wanita"  (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَهِجْرَتُهُ إِلى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ &lt;br /&gt;“.. maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrahkan..”&lt;br /&gt;• Jika kita mencermati hadits ini maka kita dapati adanya perbedaan redaksi hadits antara orang yang berhijrah kepada Allah dan Rosul-Nya dengan orang yang berhijrah karena dunia dan wanita, dimana pada orang pertama niatnya diulangi penyebutannya berbeda dengan orang yang kedua dimana hanya dikatakan :…kepada apa yang dia hijrahkan&lt;br /&gt;Menurut ulama, ada beberapa kemungkinan tidak disebutkannya:  "فهجرته إلي الدنيا أو امرأة...”,  antara lain:&lt;br /&gt;    -   hinanya niat seperti itu (niat dunia dan wanita ) sedang niat kepada Allah dan Rasul-Nya adalah niat yang sangat mulia&lt;br /&gt;          -   karena niat terhadap dunia dan wanita adalah bermacam-macam sedangkan niat kepada Allah dan RasulNya adalah niat yang satu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa Faedah (Fiqh) Hadits ini :&lt;br /&gt;• Harusnya berniat dalam seluruh amalan.&lt;br /&gt;• Amalan yang satu bisa berbeda-beda pahalanya tergantung niatnya masing-masing.&lt;br /&gt;• Niat tempatnya di hati bukan di lisan menurut kesepakatan kaum muslimin, dalam seluruh ibadah bersuci, sholat, zakat, puasa, haji, membebaskan budak, dan telah keliru orang yang membolehkan mengucapkan niat ketika haji dengan berdalih ucapan seorang yang mau haji:"Labbaikallahumma hajjan", karena mereka tidak bisa membedakan antara niat dan talbiyah pertama sebagai pertanda dimulainya ibadah haji sebagaimana orang yang shalat membuka shalatnya dengan takbiratul ihram&lt;br /&gt;• Amalan shalih terwujud dengan niat yang shalih, tapi niat yang baik tidak bisa menjadikan perkara mungkar menjadi baik atau perkara bid'ah menjadi sunnah, Ibnu Mas’ud , berkata: &lt;br /&gt;(كَم مِن مُرِيدِ للخَيرِ لنَ يُصِيْبَهُ)&lt;br /&gt;Artinya: Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak mencapainya &lt;br /&gt;• Ikhlas kepada Allah adalah syarat diterimanya amal, karena Allah  tidak menerima amalan kecuali yang paling murni dan benar, yang paling murni adalah yang ditujukan hanya kepada Allah dan yang paling benar adalah yang sesuai dengan sunnah yang shahih. Sebagaimana perkataan Fudhail bin Iyadh رحمه الله تعالى  terhadap firman Allah  dalam surah Al Mulk:2&lt;br /&gt;﴿ الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ ﴾&lt;br /&gt;Artinya:"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun"&lt;br /&gt;Beliau berkata:&lt;br /&gt;أَحسَنُ عَمَلاً : أَخلَصُهُ وَ أَصوَبُهُ ، إِنَّ العَمَلَ إِذَا كَانَ خَالِصًا وَ لَمْ يَكُنْ صَوَابًا لَم يُقْبَلْ ، وَإِذَا كَانَ صَوَابًا وَ لَمْ يَكُنْ خَالِصًا لَمْ يُقبَلْ ، حَتىَّ يَكُونَ خَالِصًا وَ صَوَابًا ، وَ الخَالِصُ إِذَا كَانَ ِللهِ  و الصَّوَابُ إِذَاكَانَ عَلَى السُّنَّةِ&lt;br /&gt;"Paling baik  amalnya adalah yang paling ikhlas  dan paling benar, sesungguhnya amalan yang ikhlas tapi tidak benar, maka tidak akan diterima, dan amalan yang benar tetapi tidak ikhlas, juga tidak akan diterima sampai amalan tersebut menjadi ikhlas dan benar. Dan Ikhlas  adalah yang ditujukan hanya kepada Allah , dan benar  adalah  yang sesuai dengan sunnah Rosulullah   “    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Keadaan Amalan yang Berkaitan dengan Niat:&lt;br /&gt;Adapun beberapa amalan yang berkaitan dengan niat ada beberapa tingkatan :&lt;br /&gt;1. Riya’ murni ( amalannya ditolak dan pelakunya diadzab) &lt;br /&gt;Contoh :  &lt;br /&gt;a) Orang munafik ,sebagaimana yang Allah  firmankan dalam beberapa ayat-Nya&lt;br /&gt;﴿ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا﴾&lt;br /&gt;Artinya:Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali(QS.An Nisaa:142)&lt;br /&gt;﴿ وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ﴾&lt;br /&gt;Artinya:Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.(QS.At Taubah:54)&lt;br /&gt;Karena itu orang yang beribadah seperti itu tetap diancam dengan neraka. Allah  berfirman:&lt;br /&gt;﴿ فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ(4)الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ(5)الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ ﴾&lt;br /&gt;Artinya:Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya.(QS.Al Ma'uun:4-6)&lt;br /&gt;b) Orang-orang kafir  &lt;br /&gt;﴿ وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَاللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ﴾&lt;br /&gt;Artinya: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.( QS. Al Anfaal(8) :47)&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ikhlas bercampur riya ; maka amalannya ditolak&lt;br /&gt;    Dari Abu Hurairah  dari Nabi  bersabda: &lt;br /&gt;  قال الله تبارك وتعالى :﴿ أَنَا أغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْ كِ , مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيْهِ مَعِىَ  غَيْرِى فِيْهِ تَرَكْتُهُ&lt;br /&gt; وَشِرْكَهُ ﴾ . (رواه مسلم)&lt;br /&gt;  Allah telah berfirman : " Aku tidak butuh kepada semua sekutu. Barangsiapa beramal  dengan cara mempersekutukan-Ku dengan yang lainnya, maka Aku tinggalkan dia bersama sekutunya “ (HR.Muslim)&lt;br /&gt; Namun jika ada seseorang yang beribadah ikhlas karena Allah tapi juga mengharapkan hal-hal yang mubah seperti: berjihad mengharapkan ghanimah, atau haji tapi juga berdagang maka ulama mengatakan : Bahwa pahalanya dikurangi (tidak sempurna), sebagaimana hadits dari Abdullah bin Amr :&lt;br /&gt;مَا مِنْ غَازِيَةٍ تَغْزُو فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُصِيبُونَ الْغَنِيمَةَ إِلَّا تَعَجَّلُوا ثُلُثَيْ أَجْرِهِمْ مِنْ الْآخِرَةِ وَيَبْقَى لَهُمْ الثُّلُثُ وَإِنْ لَمْ يُصِيبُوا غَنِيمَةً تَمَّ لَهُمْ أَجْرُهُمْ&lt;br /&gt;” Tidaklah sebuah pasukan yang berperang fii sabilillah lalu mendapatkan ghanimah melainkan dipercepat  di dunia 2/3 dari pahala akhiratnya  maka ia tunggal mendapatkan ganjaran 1/3 di akhirat. Tetapi jika tidak mengharapkan ghonimah maka sempurna pahalanya (HR Muslim)&lt;br /&gt;3. Ikhlas dari awalnya , namun dipertengahannya dimasuki riya’ maka dalam hal ini ada 2      perincian :&lt;br /&gt;a. jika ia berusaha untuk menolaknya dan berhasil menghilangkannya, maka Insya Allah diterima&lt;br /&gt;b. jika tidak berusaha untuk menolaknya dan merasa senang sampai akhir ibadahnya; maka ibadahnya ditolak&lt;br /&gt; untuk ibadah-ibadah yang satu paket (sholat,shaum dll) maka harus ikhlas  dari awal sampai akhir&lt;br /&gt; untuk ibadah-ibadah yang terputus-putus  (membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu dll) maka hanya dibutuhkan pembaharuan niat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika ada seseorang yang ikhlas/ murni niatnya sejak awal hingga akhir lalu mendapatkan penghormatan/penghargaan dari manusia tanpa ia harapkan ;maka penghargaan ini tidaklah mengurangi  pahalanya, bahkan hal itu adalah kabar gembira dari Allah yang dipercepat sebelum mendapatkan pahala yang lebih mulia di hari kiamat kelak, sebagaimana hadits Rasulullah  dari Abu Dzar  :    &lt;br /&gt;عن أبي ذر عن النبي : أنَّهُ سُئِلَ عَنِ الرَّجُلِ يَعمَلُ العَمَلَ ِللهِ مِنَ الخَيرِ يَحمَدُهُ النَاسُ عَلَيهِ ؟ فقال : تِلكَ عَاجِلٌ بُشرَى المُؤمِنَ (رواه مسلم)&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar  dari Nabi  : sesungguhnya beliau  ditanya tentang seorang laki-laki yang beramal  kebaikan karena Allah kemudian manusia memujinya , kamudian beliau  menjawab : Itu adalah khabar gembira yang dipercepat  bagi orang mu’min (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh permasalahan tentang niat :&lt;br /&gt;1.  Si A bersedekah kepada si B yang menurutnya berhak mendapatkan sedekah, padahal ternyata Si B  adalah orang yang tidak berhak untuk memperoleh sedekah,  maka Si A  tetap mendapatkan pahala apa yang ia niatkan.&lt;br /&gt;2. Seseorang yang berniat berhubungan dengan istrinya tetapi ternyata ia bukan istrinya maka ia  tidak berdosa&lt;br /&gt;3. Orang yang berniat untuk melakukan maksiat, tetapi tidak jadi dilakukan, maka hal ini terbagi  &lt;br /&gt;      dalam beberapa kategori :&lt;br /&gt; Jika ia telah berazam lalu meninggalkan perbuatan maksiat tersebut karena Allah ;maka tidak berdosa bahkan ia diganjar dengan pahala &lt;br /&gt; Jika telah berazam lalu ditinggalkan karena takut manusia ; maka ia berdosa. &lt;br /&gt;     Kedua kategori dengan syarat ia  sudah berazam (tekad kuat) bukan sekedar bisikan-bisikan jiwa    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;     Seorang muslim hendaknya senantiasa memperhatikan hati dan niatnya dalam beramal, karena amalan apapun yang dia lakukan walaupun itu mulia kedudukannya namun jika dia tidak ikhlas maka dia tidak akan mendaptkan apa-apa di akhirat kelak kecuali adzab Allah . Cukuplah hadits ini merupakan pelajaran dan peringatan yang besar bagi kita semua:&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ َ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ  يَقُولُ: إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ جَرِيءٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ &lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah  berkata: Saya telah mendengar Rasulullah  bersabda:"Sesungguhnya manusia yang pertama kali diputuskan di hari kiamat adalah seorang yang mati syahid (di medan jihad) ketika dia didatangkan dihadapan Allah lalu diperlihatkan kepadanya nikmat Allah(waktu di dunia) maka dia mengenalinya ,lalu Allah bertanya kepadanya: "Apa yang telah kamu lakukan (di dunia) dengan nikmat-nikmat tersebut?Orang itu menjawab:"Saya telah berperang di jalan-Mu hingga mati syahid" Allah  berfirman:"Kamu dusta, akan tetapi kamu berperang agar dikatakan sebagai pemberani dan hal itu sudah dikatakan (di dunia) maka diperintahkan (pada malaikat) untuk menyeret orang tersebut dengan wajahnya hingga dicampakkan ke api neraka. Dan orang (kedua) yang menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Quran ketika dia didatangkan dihadapan Allah lalu diperlihatkan kepadanya nikmat Allah(waktu di dunia) maka dia mengenalinya ,lalu Allah bertanya kepadanya: "Apa yang telah kamu lakukan (di dunia) dengan nikmat- nikmat tersebut?Orang itu menjawab:"Saya telah menuntut ilmu,mengajarkannya dan membaca Al Quran karena-Mu" Allah  berfirman:"Kamu dusta, akan tetapi kamu menuntut ilmu agar digelari sebagai seorang Alim dan kamu membaca Al Quran agar digelari sebagai seorang qari' dan hal itu sudah dikatakan (di dunia) maka diperintahkan (pada malaikat) untuk menyeret orang tersebut dengan wajahnya hingga dicampakkan ke api neraka. Dan orang (ketiga) seorang yang telah Allah lapangkan baginya dan menganugrahkan kepadanya seluruh perbendaharaan harta ketika dia didatangkan dihadapan Allah lalu diperlihatkan kepadanya nikmat Allah(waktu di dunia) maka dia mengenalinya ,lalu Allah bertanya kepadanya: "Apa yang telah kamu lakukan (di dunia) dengan nikmat-nikmat tersebut?Orang itu menjawab:"Tidaklah saya meninggalkan sebuah jalan untuk berinfak yang Kamu cintai kecuali saya berinfak karena-Mu " Allah  berfirman:"Kamu dusta, akan tetapi kamu melakukan itu untuk dikatakan sebagai dermawan dan hal itu sudah dikatakan (di dunia) maka diperintahkan (pada malaikat) untuk menyeret orang tersebut dengan wajahnya hingga dicampakkan ke api neraka.(HR.Muslim)&lt;br /&gt;        Shahabat yang mulia Muawiyah  ketika mendengarkan hadits di atas beliau menangis hingga pingsan dan ketika siuman beliau mengatakan : "Shadaqallohu wa Rasuluhu (Telah benar firman Allah dan sabda Rasulullah ); Allah  berfirman :&lt;br /&gt;مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ(15)أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan (QS. Huud : 15-16) &lt;br /&gt;Camkan dan ingat pula dua hadits berikut : &lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ  لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا (رواه أبو داود و ابن ماجه و أحمد)&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah  berkata: Rasulullah  bersabda: "Barangsiapa yang menuntut ilmu yang seharusnya untuk mencari wajah Allah namun dia tidak menuntutnya melainkan mendapatkan sesuatu dari benda duniawi maka dia tidak mencium bau surga di hari Kiamat" (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;عن كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ  قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ  يَقُولُ : مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ (رواه الترمذي)&lt;br /&gt;Dari Ka'ab bin Malik  berkata: Saya mendengar Rasulullah  bersabda : "Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk menandingi para ulama dan untuk mendebat orang-orang bodoh serta memalingkan pandangan manusia kepadanya,  Allah akan memasukkannya ke neraka" (HR.Tirmidzi)&lt;br /&gt;        Dan hendaknya senantiasa kita menjadikan akhirat sebagai sasaran dan tujuan dalam setiap amalan kita, renungkanlah hadits berikut ini:&lt;br /&gt;مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ وَمَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ       &lt;br /&gt; Artinya: "Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya maka Allah akan menjadikan urusannya kacau dan kefakiran senantiasa berada di kedua matanya serta dunia tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai niat/tujuannya maka Allah akan mengumpulkan baginya urusannya dan Allah menjadikan kekayaan pada hatinya serta dunia akan datang kepadanya dengan tunduk dan menyerahkan diri" (HR. IBNU MAJAH)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- و الله الموفق -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/369269078143988013-9094192483921455502?l=ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/feeds/9094192483921455502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/05/hadits-ke-1-arbain-nawawi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/9094192483921455502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/9094192483921455502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/05/hadits-ke-1-arbain-nawawi.html' title='Hadits ke-1 Arbain An-Nawawi الحَدِيْثُ  الأَوَّلُ'/><author><name>Ummu Hudzaifah Al-Gharibiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11390851907414962806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_2B6U7flAxa0/Sqn9UjwFlOI/AAAAAAAAABU/aGumfWPFUjI/S220/185167_0_Love_Is_Heart.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-369269078143988013.post-5986462458868578157</id><published>2009-03-11T00:08:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T00:22:10.929-07:00</updated><title type='text'>'Afwan untuk Sebuah Kekeliruan</title><content type='html'>Assalamu'alaikum warahmatullah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata selama ini begitu banyak cerita yang terurai seiring waktu yang berlalu.&lt;br /&gt;Hari ini, aku baru tahu bahwa hampir sebagian besar dari kalangan akhwat maupun ikhwa yang sinis dengan tulisan yang ada dalam blog ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mungkin karena terlalu berlebihan karena selalu bertajuk hati, hati dan hati sehingga menurut pandangan tersebut tidak pantas untuk ditampilkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang membuat aku sedih adalah hanya satu saudaraku yang berani mengatakan hal itu padaku sementara yang lainnya hanya berbicara di belakang tanpa meluruskan...&lt;br /&gt;Harusnya khan ada tabayyun atau apalah namanya supaya tidak ada buruk sangka atau dendam di antara kita....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini saudara sejati???&lt;br /&gt;Aku tahu bahwa aku mungkin aktivis dakwah, tetapi aku MANUSIA yang bisa saja salah dan khilaf...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah...semua itu memang diluar dugaan aku pada awalnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah yang jiwaku yang ada di tanganNya, aku tidak punya niat sedikitpun dengan tulisan ini membawa efek negatif...&lt;br /&gt;Aku hanya mencoba mengikuti apa yang sebenarnya terjadi dan bukan rekayasa.&lt;br /&gt;Bukankah tulisan yang seperti itu (rekaan semata) justru membawa kebohongan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk saudaraku yang lainnya, jangan sampai terjadi yang kedua kalinya. Insya Allah aku terima dengan hati terbuka semua ocehan bahkan sindiran yang dialamatkan ke aku, sebab awal sebuah kesuksesan adalah merasakan pahitnya perjuangan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pihak yang merasa dirugikan dengan cerita-cerita maupun puisi ini, aku minta maaf karena jika kalian semua tahu maksud dan tujuan inti dari semua yang ada pada blog ini, tentu kalian bisa mengambil pelajaran, dan mungkin aku tak bisa memberinya itu secara tersurat...&lt;br /&gt;Bagi ormas maupun lembaga dakwah tidak menjadikan ini sebuah masalah besar karena akan sangat picik jika hal ini menjadi suatu hal yang bisa merusak semuanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi 'afwan untuk sebuah kekeliruan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al_ghariby&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/369269078143988013-5986462458868578157?l=ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/feeds/5986462458868578157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/03/afwan-untuk-sebuah-kekeliruan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/5986462458868578157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/5986462458868578157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/03/afwan-untuk-sebuah-kekeliruan.html' title='&apos;Afwan untuk Sebuah Kekeliruan'/><author><name>Ummu Hudzaifah Al-Gharibiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11390851907414962806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_2B6U7flAxa0/Sqn9UjwFlOI/AAAAAAAAABU/aGumfWPFUjI/S220/185167_0_Love_Is_Heart.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-369269078143988013.post-8878847281083549185</id><published>2009-01-27T07:24:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T07:30:54.801-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Tukang Cuci...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Kucek-kucek. Itulah keseharian yang sering aku alami beberapa hari di tahun 2008. Aku menjadi seorang tukang cuci keliling. Ironis! Tetapi apa mau dikata, untuk menutupi uang transpor perjalananku ke kampus – rumah – tempat ngajar, harus aku korbankan rasa gengsi dan semacamnya. Bagiku, gengsi mungkin sudah ngga’ ada dalam kamus hidupku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Tukang cuci bukanlah suatu pekerjaan yang lumayan mudah. Kumpulin pakaian, rendam dalam suatu baskom besar yang sudah berisi sabun kemudian menunggunya beberapa menit, habis itu barulah cucian dikucek-kucek sampai bersih. Tidak hanya sampai disitu. Setelah membilasnya, otomatis cucian itu perlu dijemur (entar ngga’ kering lho…). Ada sekitar 3 pekan aku melakukan pekerjaan itu. Capek dan lumayan berat. Tetapi di otakku hanya uang dan uang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Mungkin kalau teman-teman aku tahu pekerjaanku ini, mereka akan tertawa bahkan ada yang mungkin heran, sebab aku lahir dari keluarga yang berada, tetapi kok bisa jadi tukang cuci keliling…??! Ah, jika semuanya bukan karena aku sayang keluargaku, maka aku ngga’ akan mengerjakan pekerjaan berat ini. Soalnya, di rumah aku saja punya tukang cuci yang setiap 2 hari sekali datang membantu ibuku nyuci. Aku ngga’ mau ngerepotin orang tuaku lagi. Aku ngga’ mau jadi beban yang untuk jajan saja aku harus minta pada mereka. Aku juga melakukan hal itu sebagai bentuk rasa sayangku pada adik-adikku yang masih sangat butuh biaya. Aku ngga’ boleh egois… &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Hari pertama aku mengerjakan pekerjaan ini, lumayan siksa perasaanku. Di depan setumpuk pakaian bayi aku menitikkan air mata. Aku teringat betapa aku tidak pernah membayangkan akan sesulit ini menjalani hidup. Sekiranya waktu kecil aku punya tabungan sendiri, mungkin ngga’ akan seperti ini. Aku ngga’ akan menjadi pusing untuk mencari uang tambahan. Meskipun aku tahu, keluargaku masih mampu membiayaiku. Tetapi, tetap saja aku ngga’ bisa egois dengan itu. Cukup adik-adikku yang merasakan hal itu, mendapat fasilitas yang cukup untuk pendidikan. Aku sudah dewasa jadi aku harus belajar mandiri. Lumayan juga kok hasil ngajar bisa aku tabung meski ngga’ banyak. Karena ingin biaya transpor, makanya aku harus nyuci biar ngga’ kebablasan di tengah bulan. Aduh, sedihnya… &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Nyuci dan nyuci. Setelah pengalaman beberapa hari membuatku jadi tahu banyak soal cuci-mencuci. Aku tahu gimana mencuci yang baik hingga tidak menjadikan orang yang memakai baju tersebut ngga’ merasa gatal apalagi kalau sampai baunya apek. Semua harus harum dan harum. Sebenarnya, bukan hanya untuk si empunya baju, tetapi juga akan memberikan rasa nyaman pada orang-orang di sekitar kita. Ngga’ terasa sudah masuk pekan kedua aku melakoni profesi sampinganku sebagai tukang cuci. Aku terkadang dipanggil ‘si embok’, kadang juga dipanggil ‘mbak’. Tetapi panggilan yang sering diberikan kepadaku adalah ‘adek’. Cukup sopan menurutku untuk menghargai sesama manusia, meskipun aku tahu bahwa pekerjaanku bukan apa-apa. Kan lucu, jika tukang cuci dipanggil dinda, he…he… &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Menjadi tukang cuci menurutku lumayan menguras tenaga. Sebab, setelah melakukannya aku harus istirahat paling lama 30 menit. Aku harus pulihkan tenaga kembali untuk mencuci. Maklum, sehari biasanya aku dapat 2 sampai 3 rumah yang butuh tenaga cuci harian. Dari pagi sampai sore aku jadi tukang cuci. Melepaskan semua identitas sarjana dan staf pengajar. Masa sich, jadi tukang cuci harus pasang gelar atau bahkan tanda pengenal staf…kan entar disangka ngga’ waras. Semua itu kulakukan ketika waktu kuliah dan jam ngajar lagi ngga’ ada. Daripada bengong dan ngga’ menhasilkan apa-apa, mending jadi tukang cuci. Pekerjaan yang seringkali disepelekan oleh orang-orang gedongan apalagi orang-orang yang sudah punya kerja yang bagus di kantoran. Padahal, tanpa tukang cuci mereka akan menderita karena ngga’ bisa berpakaian untuk keluar rumah. Ngga’ mungkin baju-baju tersebut ditumpuk begitu saja dan harus membeli yang baru terus-menerus. Andai saja mereka bisa sedikit merasakan gimana siksanya para tukang cuci, mungkin mereka ngga’ akan memandangnya sebelah mata. Tetapi aku ngga’ boleh nyerah. Menjadi tukang cuci adalah pekerjaan yang halal. Aku kan ngga’ mencuri atau merampok. Aku masih akan terus berusaha mencari cara mendapatkan uang dengan cara yang baik-baik. Sebab, percuma aku makan dari hasil yang ngga’ bener. Entar masuk neraka kan…?! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Hasil dari satu kali mencuci memang hanya sepuluh ribu perak saja. Itupun kalau hanya mencuci saja. Jika ditambah dengan menyeterika pakaian tersebut, biasanya dapat tambahan hingga dua puluh ribu. Jadi, kalau bisa dapat 2 sampai 3 rumah, bisa dapat sekitar lima sampai enam puluh ribu perak. Lumayan lah buat ongkos ke kampus. Tetapi kebanyakan aku sanggup hanya 2 rumah saja sehari. Sebab, di rumah yang satu aku harus datang pagi-pagi untuk nyuci kemudian sambil tunggu cuciannya kering, aku ke rumah yang kedua. Setelah agak siangan, baru aku ke rumah yang pertama untuk nyetrika. Aku ngga’ pernah ngebayangin dapet uang lima puluh ribu perak saja perlu kerja dari pagi sampai sore. Berbasah-basah dengan sabun dan setumpuk pakaian kotor. Sungguh di luar dari agenda hidupku waktu kecil. Tetapi aku harus tetap semangat! Yang paling buat aku bahagia, jika pemilik rumah menawarkan aku makan siang di rumahnya. Lumayan untuk hemat uang. Daripada makan di luar, mending makan di rumah itu saja. Meski terkesan ngga’ tahu malu, aku ngga’ peduli. Aku kan ditawari, ya udah aku ambil aja. Rezeki jangan ditolak. Tul ngga’…??! He…he…he… &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Seandainya orang tuaku dan keluargaku yang lain tahu apa yang aku kerjakan, mungkin mereka akan malu. Tetapi menurutku, orang tuaku adalah orang tua yang paling bijak dalam bersikap, meskipun terkadang aku dan mereka ngga’ sependapat. Aku hanya bangga menjadi bagian dari mereka karena meskipun hidup berkecukupan, tetapi aku selalu dididik secara tidak langsung untuk mandiri. Aku ngga’ mau memanfaatkan kekayaan mereka untuk berfoya-foya ataupun menjadi anak yang serba ingin itu dan ini. Kasihan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Menjadi tukang cuci akan menjadi sejarah baru dalam hidupku. Aku menjadi punya cerita hebat untuk keluarga kecilku kelak, bahwa seseorang akan berhasil dengan berbagai macam rintangan. Ngga’ ada orang sukses yang hanya mengandalkan kekayaan orang tuanya. Justru kekayaan itulah yang menjadi modal untuk terus berusaha. Aku yakin bahwa sukses itu butuh perjuangan dan pengorbanan. Entah apakah itu harus menjadi tukang cuci seperti pilihan yang harus aku jalani. Dengan itu aku berharap akan menanamkan pada diriku sendiri untuk terus bangkit meskipun berada dalam kondisi yang sulit sekalipun. Tukang cuci itu hebat kok… Semangat!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Hari-hari di depan cucian, 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;&lt;al_ghariby&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/369269078143988013-8878847281083549185?l=ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/feeds/8878847281083549185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/01/kucek-kucek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/8878847281083549185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/369269078143988013/posts/default/8878847281083549185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuhudzaifahal-ghariby.blogspot.com/2009/01/kucek-kucek.html' title='Menjadi Tukang Cuci...'/><author><name>Ummu Hudzaifah Al-Gharibiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11390851907414962806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_2B6U7flAxa0/Sqn9UjwFlOI/AAAAAAAAABU/aGumfWPFUjI/S220/185167_0_Love_Is_Heart.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
